jangan lupa rameinn
enjoy nder!
H A P P Y R E A D I N G
Olahraga di siang hari, tepatnya setelah jam istirahat itu artinya sama saja dengan gerakan satu langkah untuk menggosongkan kulit, bahkan menggunakan sunscreen pun rasanya masih belum cukup untuk melindungi kulit dari sinar UV.
Apalagi jika ternyata malah membuat sunscreen yang digunakan jadi abu-abu di kulit, benar-benar sangat merusak penampilan.
Jangan lupakan juga dengan keringat yang dipastikan akan keluar dua kali lebih banyak, tentunya membuat penampilan jadi lepek dan bau. Betul-betul tidak ada bagusnya sama sekali.
Tapi sepertinya hal itu tidak berlaku bagi dua cewek bertubuh kecil dengan salah satunya berambut sebahu dan satunya lagi di kuncir kuda itu-- kaos olahraganya pun masih terlihat melekat di tubuh mereka.
"Gue juga mau ya, satu. Jangan yang dingin!" seru Aldara pada Rania yang siap mengantre untuk membeli minuman di salah satu Stand Kantin di SMA Manggala.
Kantin berbentuk leter U itu memang memiliki banyak pilihan Stand jajanan dengan harga ramah di kantong-- maklum, yang beli adalah anak pelajar.
Aldara sesekali mengusap keringatnya yang masih bercucuran. Senyumnya mengembang kala tatapan matanya jatuh pada seorang cowok jangkung dengan topi Osis yang melekat di kepalanya.
"Gue sesekali jajan es gini gak papa kali ya?" Tanpa di sadari, kini Rania telah kembali dan meletakkan minuman titipan Aldara di meja. "Gak ada anak Paskib lain kan di sini?" Cewek itu tampak celingukan kesana kemari-- namun pada akhirnya tatapannya jatuh pada Aldara yang tengah senyum-senyum sendiri. Jadi dari tadi dia ngomong sendiri?
Cewek itu berdecih, mau tidak mau ikut mengekori arah pandang Aldara.
Pantes!
Siapa lagi yang bisa membuat seorang Aldara Dwi Rivania senyum-senyum khas orang lagi kasmaran selain cowok bernama Bintang Esa Anugrah-- yang tampaknya sedang latihan apel untuk kegiatan latihan rutin Pramuka yang diadakan setiap seminggu sekali.
Kantin di SMA Manggala memang berada di belakang, tepatnya dekat dengan Lapangan. Ruangannya pun ada yang outdoor ada juga yang indoor.
Jika duduk di meja outdoor, sejauh mata memandang akan disuguhkan dengan luasnya Lapangan SMA Manggala.
"Udah puas ngeliatinnya?" Rania mendekatkan wajahnya pada Aldara-- membuat cewek itu berjengit seraya memegangi dadanya.
"Lo kapan datengnya?"
"Li kipin ditingnyi?" Rania mengejek, menirukan gaya bicara cewek itu. "Enak ya lo, gue habis panas-panasan terus ngantri beli minuman. Nah, lo di sini enak-enakan ngeliatin cogan!" cewek itu tampak mengembungkan pipinya seraya melipat tangan di depan dada.
Aldara hanya cengengesan. "Uluh uluh bestie gue marah nih ceritanya?" Aldara mengunyel-unyel pipi tembem Rania membuat empunya menggeram.
"Tapi Bintang keliatan keren banget anjir. Mo nangis!" Aldara mengipas wajahnya dengan telapak tangan seraya menampilkan muka lebay yang dibuat-buatnya, sukses membuat Rania berdecak.
"Iya sih," timpal Rania pada akhirnya. "Bintang kan ganteng ya, keren lagi. Masa belum punya cewek sih?" Rania sengaja memanas-manasi Aldara.
"Excuse me, I'm here! Calon pacarnya Bintang."
KAMU SEDANG MEMBACA
ELEMEN; BAD FIANCÉ (TERBIT)
Fiksi Remaja🚫disclaimer, cerita ini bikin lo darah tinggi. 🚫 banyak adegan kiss, skinship and toxic relationship. be wise, luv~ *** Elemen benci hari Senin. Elemen benci musuh-musuh nya yang mendambakan kehancuran geng motornya. Dan Elemen juga benci tunangan...
