🚫disclaimer, cerita ini bikin lo darah tinggi.
🚫 banyak adegan kiss, skinship and toxic relationship.
be wise, luv~
***
Elemen benci hari Senin.
Elemen benci musuh-musuh nya yang mendambakan kehancuran geng motornya.
Dan Elemen juga benci tunangan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🚫🚫🚫🚫
“Are you fucking crazy?!”
Aldara terhuyung saat badannya didorong kasar oleh Elemen, untungnya dia mampu menyeimbangkan tubuhnya dengan segera.
Cewek itu meradang dengan tinju terkepal. Mendengar bentakan Elemen yang lagi-lagi selalu dia dengar membuatnya mendidih.
Dia muak.
Emosinya meluap. “Of course! Menjadi gila itu kelebihan gue!” berang Aldara membuat cowok di hadapannya ikut naik pitam.
Elemen menarik tubuhnya, mendekatkan wajahnya pada Aldara dan hanya menyisakan jarak beberapa senti saja dari wajah cewek itu. “Lo pikir dengan lo kasih tau semua orang soal status kita, mereka bakal percaya?” desisnya sengit. “I told you, remember fucking your place.” Cowok itu mengulum senyum yang membuat Aldara mengumpat tertahan.
“Then, do you want to bet with me?”
[Lo mau taruhan sama gue?]
“Huh?” Elemen hanya mengernyit sengit.
Satu sudut bibir cewek itu terangkat. “Kira-kira apa tanggapan mereka kalau ada yang beneran percaya, gue sama lo udah tunangan?” bisiknya, lalu memalingkan wajah pura-pura berpikir. “Mungkin kalau lo dicap brengsek, lo gak bakal peduli, because you are.” Elemen menahan tinjunya saat cewek itu semakin mengejek.
“Tapi gimana sama cewek lo?” Aldara semakin tersenyum remeh. “Pelakor?”
“Don't mess with her.” Elemen mengatakannya dengan gigi terkatup diiringi dengan auranya yang semakin dingin dan gelap, buku-buku jarinya memutih, menahan amarah. “I'm warning you,” desisnya dengan rahang mengeras.
“Make me.”
“Aldara!!” Cowok itu kian meradang.
Aldara mengabaikan gertakan cowok itu, “Gue udah muak sama lo atau sama cewek itu.” Dia mendorong tubuh Elemen agar melepaskannya. “Lo pikir gue bakal diem aja, ngeliat lo atau cewek bangsat itu rendahin gue?” Cewek itu terkekeh sarkas.
“Dari awal dia dateng kesini, lo yang cari gara-gara duluan sama dia!”
“Itu urusan gue sama dia!” Aldara ikut berseru. “Dan lo..!” tunjuknya dengan napas naik turun. “Gak ada hubungannya sama itu, brengsek.”
“Lo yang mulai duluan, dan gue gak akan pernah tinggal diem kalau lo sakitin dia.” Elemen menunjuk Aldara. “Walaupun itu artinya gue yang sakitin lo.”