🚫disclaimer, cerita ini bikin lo darah tinggi.
🚫 banyak adegan kiss, skinship and toxic relationship.
be wise, luv~
***
Elemen benci hari Senin.
Elemen benci musuh-musuh nya yang mendambakan kehancuran geng motornya.
Dan Elemen juga benci tunangan...
jujurly ngakak banget bacain komentar kalian kemarin😭
SPAM KISSEU DI SINI💋💋
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-H A P P Y R E A D I N G-
🚫🚫🚫🚫
Sudah beberapa hari berlalu sejak kejadian lepas dinner saat itu.
Di mana Aldara benar-benar pulang sendirian, hampir dia nekat untuk berjalan kaki sampai ke rumahnya. Namun untungnya di tengah jalan dia bertemu dengan taksi yang mau mengangkutnya pulang.
Namun sepertinya hari ini, kehidupannya akan jauh lebih sulit karena cewek tersebut benar-benar akan tinggal untuk sementara waktu di kediaman orang tuanya Elemen.
“Yang lain lagi pada di hukum sama Bu Ria lo malah enakan nyebat di sini, El!” Gen berseru, menepuk pundak cowok itu dan berdiri di sampingnya.
Perangai tengilnya seketika lenyap ketika mendapati wajah dingin tanpa ekspresi milik Elemen yang tengah asyik dengan benda bernikotin di jarinya. Gen berdehem, terlihat mencoba memahami perasaan teman laknatnya itu. “Hari ini kan?” tangannya bersandar pada pembatas rooftop, mengedarkan pandangannya ke permukaan jalan yang ada di bawah, di mana banyak kendaraan besar maupun kecil berlalu lalang.
Terdengar decakan kecil yang lolos dari Elemen, “Yang lain belum selesai?” keluhnya, mengabaikan pertanyaan tadi.
“Belum kali.” Gen mengedikan bahu sambil mencebik. “Masih dipantau langsung sama Bu Ria cok.”
“Lagian ngapain lo pada bawa kondom ke Sekolah sih, mau ngewe di kelas?”
“Galing sama Tegar jing! Kenapa gue?” Gen tak terima dengan alis menukik.
“Tapi kasian juga Sangkara jadi ikutan kena hukum.” Gen menyengir, lalu mendadak wajahnya berubah menjadi serius. “Oh ya! Katanya waktu itu Sangkara pernah ngeliat Aldara ngobrol sama Theo. Emang mereka kenal cok?” Elemen mendesah, lalu melirik bengis pada Gen. “Jadi yang katanya Aldara pernah main ke sirkuit buat dukung Theo itu bener?”
Wajah Elemen seketika mengeras. Bocah tolol! “Harus banget lo cerita ke gue?” berangnya kelewat kesal.
Gen terkekeh canggung, menggaruk rambutnya. “Kan dia tunangan lo, El!” cowok itu menepuk pundaknya.
“Yeah, that damn girl.”
Gen mendesah pelan, lalu berdecak. “Lo masih benci aja sama dia?” ringisnya, namun Elemen tidak menjawab. Hanya diam memasang kembali raut dinginnya.