🚫disclaimer, cerita ini bikin lo darah tinggi.
🚫 banyak adegan kiss, skinship and toxic relationship.
be wise, luv~
***
Elemen benci hari Senin.
Elemen benci musuh-musuh nya yang mendambakan kehancuran geng motornya.
Dan Elemen juga benci tunangan...
mianheeyorobun.. kemarin jadwal padat syekaliii jadi gak memungkinkan buat update🤧🙏
jujurr ga enak banget sama kalian huhuhuuu🤧
TAPI PRAT KALI INI PANJANG KOK RILLL NO FEK 🙈
ga afdol kalo gak ada emot nyengir😁
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🚫🚫🚫🚫
“Al, tungguin!”
Aldara menggeram saat merasakan tangannya dicekal oleh seseorang. “Apa sih?!” bentaknya, menghadap lurus cowok itu.
Dengan langkah besarnya, tentu saja Elemen dapat dengan mudah mengejar Aldara yang masih berada di sekitaran tempat parkir motor.
“Lo mau pulang kan?” Elemen seketika melepaskan genggamannya saat mendapat pelototan tajam dari Aldara. “Pulang sama gue,” ajaknya dengan suara rendah.
Aldara mengambil napas dalam-dalam lalu menghembuskannya kasar, sedikit ada jeda sebelum dia mulai berkata.
“Mau lo apa sih?!”
“Pulang?”
“Bukan itu maksud gue!”
Elemen menghela napasnya berat. “Terus apa?” suaranya terdengar lelah. “Tinggal pulang aja apa susahnya sih?” nadanya naik satu oktaf.
“Gue gak mau pulang sama penjahat kaya lo!”
Elemen mengetatkan giginya, setengah menggeram. “Sepenting itu Marco buat lo?!” gertaknya seru.
Aldara menahan napas sejenak, menatap cowok itu datar. “Karena Marco gak salah, dan gak seharusnya lo pukulin dia sampai babak belur!” tegasnya dengan mata tajam.
Elemen terkekeh miring. “Of course. Karena di mata lo cuma gue yang salah! Mau Marco ngerubah lo jadi monster pun lo tetep bakal belain dia kan?” tuduhnya bengis.
“Marco gak akan kaya gitu!”
“Lo gak kenal sama dia!” Elemen berseru.
“BODO AMAT!!” Aldara mendengus geram, menghentakkan kakinya untuk menjauh dari cowok itu, namun tentu saja Elemen tak akan membiarkan cewek itu pergi begitu saja.
Dengan langkah lebar, Elemen mendekati punggung kecil yang tampak tidak ada apa-apanya itu, dengan gerakan kilat dia mengangkat tubuh Aldara dan menggendongnya di pundak.
“ELEMEN!!” jerit Aldara seraya menepuk-nepuk punggung cowok itu, dengan posisi kepalanya yang berada di bawah dan kakinya yang memberontak bebas. “Turunin gue!!” serunya galak, namun Elemen tak menghiraukan cewek itu, dia membopong tubuh Aldara dan mendudukkannya di jok belakang motor cowok tersebut.