CUNG DULU YANG KANGEN ELEMEN😁
SPAM KISSEU DI SINI💋
SIAPIN DIRI DULU KARENA PART KALI INI AGAK MENGANDUNG EMOSI WIRRR
PELAN PELAN AJA SCROLL NYA WOEYY
🚫🚫🚫🚫
Red Box adalah satu-satunya tempat boxing terbrutal yang pernah Aldara lihat.
Melemparkan diri ke ring artinya sama saja dengan bunuh diri karena di sini tidak ada aturan main, mereka bebas melakukan apa saja bahkan jika beruntung bisa mendapat privilege untuk menggunakan senjata.
Bunuh atau dibunuh, hanya itu aturan tidak tertulisnya.
Meskipun demikian, ada banyak orang yang dengan senang hati mencoba peruntungannya untuk bertahan di ring merah itu, biasanya mereka adalah orang-orang yang sudah putus asa dengan uang ataupun orang yang tidak pernah cukup dengan uang dan selalu ingin lebih.
Tentu saja, uang adalah hadiah yang dihasilkan dalam sekali pertarungan, nominalnya cukup banyak, setidaknya jika berhasil keluar dari sini hidup-hidup uang itu bisa digunakan untuk membeli mobil mewah.
Aldara merasa ngeri saat menonton pertandingan berdarah di atas ring itu, menoleh ke kanan kiri dan baru sadar jika ternyata hanya dia satu-satunya remaja SMA yang berada di sini.
Dia dapat melihat Marco yang dengan santai menikmati pertarungan ditemani sebatang rokok yang terselip di mulutnya, cowok itu dikelilingi oleh orang-orang bertubuh besar yang Aldara yakini itu adalah bodyguard-nya.
Aldara tersentak saat pinggangnya di peluk oleh seseorang, spontan cewek itu langsung menghindar dan memukulnya.
“Oh shit!”
“Bajingan!”
Cowok tadi menatapnya kesal namun dengan cepat mengendalikan emosinya.
“Tolong dijaga ya mas tangannya.”
“Okay, okay.. sorry, gue kira lo jalang yang biasa ada di sini.”
“Huh?” Nada suara Aldara bercampur antara marah dan keheranan.
“But.. kayanya bukan.” Cowok itu terkekeh singkat membuat Aldara geram.
“Gak jelas lo jadi cowok.” Aldara hendak pergi namun cowok itu bersuara lagi.
“Gue Samudra.”
Aldara berhenti, menoleh pelan.
“Cuma ngasih tau,” kekeh cowok itu saat melihat tatapan permusuhan dari Aldara.
“Aldara?”
Cowok dengan bekas luka lebam di wajahnya diekori orang-orang bertubuh besar di belakangnya tampak mendekat.
“Sejak kapan lo sampai?” Marco menyapanya. “Sam, lo juga di sini?”
Cowok yang dipanggil ‘Sam’ itu tersenyum dan mengangguk saat mendapat tepukan di bahu.
“Oh iya Aldara, kenalin ini Samudra, petarung terbaik Red Box.”
Samudra terkekeh. “Jadi, ini orang lo?” tanya nya pada Marco, melirik Aldara.
“Kenapa?”
“Mau gue bawa pulang tadi.”
Aldara mendesis geram. “What are you talking about, damn it?” lirihnya tajam.
[Lo ngomong apa sialan?]
“Santai Al, Sam emang suka bercanda orangnya.” Marco berusaha mencairkan suasana. “Sejak kapan lo sampai?”
KAMU SEDANG MEMBACA
ELEMEN; BAD FIANCÉ (TERBIT)
Fiksi Remaja🚫disclaimer, cerita ini bikin lo darah tinggi. 🚫 banyak adegan kiss, skinship and toxic relationship. be wise, luv~ *** Elemen benci hari Senin. Elemen benci musuh-musuh nya yang mendambakan kehancuran geng motornya. Dan Elemen juga benci tunangan...
