🚫disclaimer, cerita ini bikin lo darah tinggi.
🚫 banyak adegan kiss, skinship and toxic relationship.
be wise, luv~
***
Elemen benci hari Senin.
Elemen benci musuh-musuh nya yang mendambakan kehancuran geng motornya.
Dan Elemen juga benci tunangan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
FOLLOW IG AKU JUGA BUAT DAPETIN MORE INFO TENTANG ELEMEN & ALDARA💌
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🚫H A P P Y R E A D I N G🚫
Belum lama saat Aldara sedang menghabiskan waktu liburnya di kamar sambil menonton netflix di laptop, dia terpaksa mengalihkan pandangannya.
Elemen membuka pintu kamar, begitu kasar dengan wajah keras menahan amarah, namun sejujurnya bukan itu yang menjadi pusat utama perhatian Aldara, melainkan flower bouqeut yang dia lempar ke atas kasur, tepat ke hadapannya yang tengah berbaring menghadap laptop.
“You're really teasing him?”
[Lo beneran godain dia?]
“Maksud lo?” Dengan membawa kebingungannya, Aldara menarik tubuhnya untuk duduk dan terpaksa menjeda film yang sedang dia tonton. “Ini bunga dari siapa?” tanyanya dengan santai meraih bouqeut tersebut.
“That damn boy, of course.” Elemen mengumpat.
[Cowok bangsat itu, pastinya]
“Bajingan yang namanya Samudra, lo deket kan sama dia?” tuduhnya.
Aldara akhirnya paham, jadi ini bunga dari Samudra. Dia pikir setelah pertemuan terakhirnya saat itu, cowok tersebut akan berhenti mengganggunya.
Tapi justru dia malah memberinya bunga. Lagi.
“Dia kesini?”
“Kenapa? Kangen lo sama dia?” cecar Elemen, berkacak pinggang.
Aldara spontan memutar bola matanya, lalu berdecak. “Gue gak tau ya, lo marah buat apa. Yang ngasih bunga dia, kenapa yang dituduh enggak-enggak gue?” ujarnya tidak terima.