22- The Devil Girl

24K 1.2K 382
                                        

😁😁

openingnya nyengir aja deh

mohon maklumi wirrr gue lagi sesibuk ituuu😭🙏

doain gue dong biar banyak free nya😁

BIG THANKS BUAT YANG SELALU SUPPORT DAN RAMEIN KOMENTAR❤️😻

SPAM KISSEU DI SINI💋

-H A P P Y  R E A D I N G-


🚫🚫🚫🚫

Elemen diam dengan pandangan lurus pada pintu berwarna coklat yang tertutup rapat. Satu sudut bibirnya terangkat hingga membentuk seringai tipis.

Wajahnya keras. “Lo salah cari musuh.” Cowok itu mengumpat pelan, membenarkan letak tas yang dia sampirkan di bahu kanannya.

Dia hendak melangkah menuju kamarnya, namun suara derit pintu yang terbuka berhasil masuk ke indra pendengaran Elemen dan menghentikan gerakannya, cowok itu melirik lewat ekor matanya dengan wajah tegas dan terkesan dingin itu.

Beda halnya dengan Aldara yang sedikit tersentak saat mendapati Elemen yang berdiri tak jauh dari depan pintu kamarnya.

“Cewek lo nyuruh buat nampar gue lagi? Atau apa?” Aldara menatap lurus cowok itu dengan kekehan remeh.

Elemen menghela napas kasar, lalu mendekat pada Aldara. “Stop it,” dia menekan kalimatnya.

“Lagian udah berapa kali gue bilang.. gue gak akan mulai, kalau dia gak ngusik gue duluan.”

Elemen berdecak, menyugar dan meremas rambutnya, lalu terkekeh dan mengumpat kecil. “Listen to me, terlepas dari semua hal yang udah kita lalui, kenapa kita gak baikan aja?” desaknya, Aldara mengernyit kaget.

“Huh?” Cewek itu membeo.

“Kita baikan, be my friend?”

Aldara termangu sesaat sebelum akhirnya kekehan remeh melayang. “Jadi temen lo? Lo berharap gue mau?” ujarnya sinis setengah tak percaya. That's a damn friend.”

“You have to.” Elemen semakin memajukan wajahnya, sedikit menunduk menatap wajah Aldara yang berubah pias. So.. that no more curses come out of this sweet lips.” Cowok itu menyeringai kecil saat jemarinya terangkat untuk mengusap bibir yang sedikit berkedut itu.

[Biar gak ada lagi umpatan yang keluar dari bibir manis ini]

Aldara segera tersadar dari linglung yang menerpanya beberapa saat tadi. Cewek itu menepis tangan besar itu lalu mundur darinya dengan raut marah.

“Jangan berharap gue mau baikan sama bajingan kaya lo.” Lagipula, Aldara sudah sangat dalam menaruh dendam pada cowok itu.

Wajahnya mengeras. “This makes me crazy.” Elemen menghela napas kasar, lalu menarik pinggang cewek itu sehingga tubuh mereka spontan bertubrukan. “Daripada jadi temen gue, you'd rather be my toy, huh?” Napas hangatnya, terasa tidak beraturan, Aldara menegang.

[Lo lebih suka jadi mainan gue?]

Aldara mendesis, “Lo minta gue baikan dan jadi temen lo.. setelah semua yang udah lo lakuin ke gue?” Elemen dapat melihat kedua mata cewek itu yang lebih sayu dari sebelumnya.

ELEMEN; BAD FIANCÉ (TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang