🚫disclaimer, cerita ini bikin lo darah tinggi.
🚫 banyak adegan kiss, skinship and toxic relationship.
be wise, luv~
***
Elemen benci hari Senin.
Elemen benci musuh-musuh nya yang mendambakan kehancuran geng motornya.
Dan Elemen juga benci tunangan...
JANGAN LUPA VOTE DAN PENUHI SETIAP PARAGRAF SAMA KOMENTAR😁
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
FOLLOW IG AKU JUGA BUAT DAPETIN MORE INFO ELEMEN & ALDARA💅
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🚫H A P P Y R E A D I N G🚫
“Diliatin doang gak akan bikin masalah lo selesai.”
Aldara menoleh pada Meisya yang ikut berdiri di sampingnya, menumpukan kedua tangannya pada pembatas tribun.
Meskipun tidak berada tepat di depan para pemain bola basket yang sedang latihan, namun Meisya tahu betul jika Aldara sedang memperhatikan Elemen dengan diam-diam dari kejauhan.
“Menurut lo, gue keterlaluan banget gak sih?”
Meisya mengedikan bahu. “Jangan tanya gue, tanya tuh sama dia.” Dagunya menunjuk pada gerombolan cowok yang tengah bermain bola basket di lapangan, lebih tepatnya pada Elemen.
“Gue bingung.”
Meisya menoleh pada Aldara. “Lo berdua sendiri yang mempersulit semuanya, kalau sama-sama suka kenapa gak damai aja sih?” kata Meisya.
Aldara melotot. “Gue gak bilang, gue suka sama dia,” ujarnya.
“Lo tuh denial, Al.” Meisya memutar bola mata.
Aldara hanya termenung membuat keduanya hening.
“Semalem El gak pulang ke rumah ya?” tanya Meisya membuat Aldara mengangguk.
“Lo tau dari mana?”
“Tante Sophie nge-reog di grub keluarga besar soalnya,” kekehnya.
“Gue yakin itu pasti gara-gara sakit hati tuh sama omongan lo terus pergi ke club sama temen-temennya.”
“Dia pergi ke club?”
“Tegar yang ngirim pap ke gue,” ujar cewek itu sedikit meringis jijik.