sesuai janji yawww💋
random question:
•biasanya kamu kalo weekend ngapain?
H A P P Y R E A D I N G
°°°
BUGH!
Bintang spontan tersungkur ke tanah ketika sebuah pukulan tanpa aba-aba mendarat di rahangnya. Orang-orang yang melihatnya refleks berteriak histeris lalu beberapa saat kemudian keadaan di Lapangan basket itu seketika hening.
Cowok itu berkilat marah menatap seseorang yang berdiri angkuh di depannya. Bintang bangkit. "Maksud lo mukul gue apa, hah?!" tangannya gemetar menahan amarah.
"Pengin aja." Kelewat santai. Jawaban yang keluar dari mulut Elemen sukses menciptakan tanda tanya besar di benak semua orang, tak terkecuali Bintang. Pasalnya Bintang merasa tidak pernah mempunyai urusan atau masalah apapun dengan laki-laki pembuat onar itu.
Sangkara dan ketiga temannya sampai melongo melihat kejadian tak terduga itu dari jauh. Bahkan bola basket yang tadi di mainkan oleh Gen sudah menggelinding tanpa arah.
"Gue gak punya masalah sama lo."
"Ya gue gabut aja." Elemen tertawa sarkas.
"Maksud lo apa sialan?!" Bintang menarik kerah seragam Elemen membuat teman-teman cowok itu berdiri, siap menghampiri mereka-- namun Sangkara malah menghalanginya.
"Gue rasa lo masih punya cukup otak buat paham masalahnya." Elemen dengan santai menyentak Bintang lalu merapikan seragamnya.
"Elemen kenapa dah? Aneh bet." Galing berceletuk, merasa penasaran pada temannya itu.
"El punya masalah apa sama itu bocah? Siapa dah namanya?" Gen menatap Sangkara sekilas.
"Bintang, anak Pramuka."
Ketiganya refleks menatap Sangkara, seakan meminta penjelasan lebih. "Cuma itu yang gue tau."
"Elemen gak mungkin hajar itu cowok, kalau bukan dia yang ngusik hidupnya duluan."
Sangkara mengernyit. "Gue gak tau mereka ada problem."
Di lain sisi, Bintang terlihat semakin menggertakan giginya, raut wajahnya pun benar-benar sangat murka. "Kalau lo mau cari sensasi biar dikenal banyak orang, bukan sama gue orangnya!" Bintang menatap tajam pada Elemen.
Elemen terkekeh sinis. "Gue gak perlu cari sensasi juga semua orang udah pada kenal sama gue." Dia menyeringai membuat tangan Bintang gatal ingin meninju mulut pedas cowok itu.
Namun sayangnya hal itu tidak dapat terlaksana ketika mendapati Coach Bowo-- guru olahraganya sudah kembali ke lapangan.
Bintang masih waras, untuk tidak mencari gara-gara dengan cowok seperti Elemen, apalagi jika sampai Coach Bowo tau, bisa-bisa mereka akan kena hukuman.
Coach Bowo itu guru olahraga yang paling ditakuti di SMA Manggala-- ketimbang guru BK, beliau ini dua kali lipat lebih galak, dan tidak segan-segan membuat hukuman yang terdengar gila jika melakukan kesalahan yang fatal.
Dan hukuman yang paling parah jika mereka ketahuan berkelahi di Sekolah-- mungkin mereka akan disuruh berdiri di tengah lapangan dengan bertelanjang dada, membiarkan mereka menjadi tontonan gratis satu sekolahan, seperti dari pengalaman-pengalaman sebelumnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELEMEN; BAD FIANCÉ (TERBIT)
Fiksi Remaja🚫disclaimer, cerita ini bikin lo darah tinggi. 🚫 banyak adegan kiss, skinship and toxic relationship. be wise, luv~ *** Elemen benci hari Senin. Elemen benci musuh-musuh nya yang mendambakan kehancuran geng motornya. Dan Elemen juga benci tunangan...
