chapter 1 : tugas javas

6.6K 513 115
                                    

- happy reading -

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

- happy reading -

Ranjaya menatap secarik kertas yang tertempel di pintu lemari es dengan seksama. Hari senin seharusnya jadwal masak nya Harzan, namun kembaran nya itu tak kunjung bangun hari ini.

Semalaman juga Ranjaya sibuk mengurusi Nayaka yang terus saja rewel dan mengeluh kepala nya pusing.

06:34

KEDUBRAK!!

DUK!!

DUK!!

Suara gaduh terdengar dari arah tangga. Itu pasti Harzan.

"Anjir gue lupa kalo sekarang gue yang masak!!" Panik nya.

Saat sampai di dapur Harzan sudah menemukan Ranjaya tengah memasak dengan bibir terus mengoceh dan menyumpahi diri nya.

"Hm, baru bangun lu? Ga inget sekarang giliran siapa masak?!" Sentak Ranjaya.

Harzan hanya mampu menampilkan cengiran nya.

"Ampun nyai."

Aroma tempe goreng yang baru saja matang mampu membuat cacing di perut Harzan meraung minta makanan.

Kkrukk~

"Minta tempe nya dong, Ja." Harzan mendekat untuk mencuri satu potong tempe yang baru saja Ranjaya angkat dari penggorengan.

Tak!!

"Shh..."

Punggung tangan Harzan jadi sasaran empuk untuk Ranjaya beri pukulan.

"Bangunin Javas sama Nayaka sana!!" usir Ranjaya kesal.

Harzan hanya bisa patuh dan menyelonong pergi sebelum Ranjaya bertambah marah.

Di kamar Javas ia menemukan sosok makhluk kecil yang sibuk mencoreti kertas, sedangkan kakak nya masih sibuk dengan tidur nya di atas ranjang.

"Heh... Kok di coretin buku nya?" Bisik Harzan, ia menghampiri Nayaka dan menggendong nya.

Bukan nya takut Nayaka malah bertepuk tangan heboh melihat Harzan.

Emang aneh ni bocah.

Jika Javas tau tugas nya di buat main oleh Nayaka, habislah bocah ini.

Javas memang tak pandang bulu jika sudah marah, tapi semarah-marah nya Javas lebih seram Mas Maven yang marah.

Perhatian Harzan langsung berpusat pada Javas yang tiba-tiba terbangun.

NAYAKATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang