Nayaka dan keempat kakak nya.
"Kak Yaya pipis..."
"Pipis? Ayo ke kamar mandi."
"Udah"
"Loh?"
"Yaya pipis di celana..."
"ANJIR, YAYAA!!!"
🦋🦋🦋
🦋 Semua bagian dan ide cerita murni dari author
🦋 Di larang keras mengcopy!!
🦋 Mohon untuk meninggalk...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
- happy reading -
00.12 Di rumah keluarga Wiratama _____________________________
Ranjaya menguap lebar ketika keluar dari mobil, mereka baru saja pulang dari rumah kakek. Mereka memilih untuk pulang malam ini karna esok Javas ada jadwal ke kampus, jadi mau tidak mau mereka pulang malam ini juga.
Terlihat Nayaka tengah di gendong oleh Javas keluar dari mobil, bocah itu di tutupi oleh selimut bergambar tayo.
Harzan dan Mavendra bertugas mengeluarkan barang-barang dari bagasi mobil.
"Cepet bukain pintu anjir, malah bengong!!" Kesal Javas pada Ranjaya.
Ranjaya mendengus kesal dan langsung membuka kunci pintu rumah dan mempersilahkan Javas untuk masuk lebih dulu untuk meletakkan Nayaka di dalam kamar.
Cklek!!
Pintu kamar Nayaka terbuka dan Javas perlahan meletakkan Nayaka di atas ranjang nya, ia sangat berhati-hati meletakkan nya agar adik bungsu nya itu tidak terbangun.
Setelah melihat Nayaka sudah nyaman di atas ranjang nya dan tertidur pulas Javas akhirnya menatap ke arah Ranjaya.
"Ni bocil napa pas di rumah kakek diem mulu dah gue perhatiin? sakit apa gimana?" Tanya Javas khawatir.
Ranjaya mengangkat bahu nya tidak tahu.
"Ntar lu tanya dah ke bocah nya sendiri."
Ranjaya menghampiri Nayaka dan membenarkan posisi tidur nya, dia mencium kening Nayaka sebelum keluar kamar.
Malam itu anak-anak bapak Wiratama tidak langsung tidur, melainkan sedikit beres-beres rumah. Kecuali untuk si bungsu.
Sesekali juga Harzan mengunjungi kamar Nayaka saat sedang membersihkan rumah, hanya untuk melihat bocah itu tertidur.
Tak hanya Harzan si, kakak sulung nya dan dua kembaran nya yang lain juga melakukan hal yang sama.
' 🦋 '
Pagi hari nya di rumah keluarga Wiratama, suasana pagi ini cukup sunyi karna hanya Ranjaya yang terbangun.
Si pembuat onar, atau yang sering di panggil Harzan saat ini tengah tertidur bersama orang yang selalu menjadi korban nya, tidak lain adalah Nayaka.
Mavendra dan Javas sendiri sudah berangkat pagi tadi, Mavendra yang pergi bekerja dan Javas yang pergi ke kampus.
Harzan merasakan pergerakan dari bocah di pelukan nya ini. Dia membuka mata nya sedikit dan melihat Nayaka sudah terbangun dan berjuang melepaskan diri dari pelukan nya.