Nayaka dan keempat kakak nya.
"Kak Yaya pipis..."
"Pipis? Ayo ke kamar mandi."
"Udah"
"Loh?"
"Yaya pipis di celana..."
"ANJIR, YAYAA!!!"
🦋🦋🦋
🦋 Semua bagian dan ide cerita murni dari author
🦋 Di larang keras mengcopy!!
🦋 Mohon untuk meninggalk...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
- happy reading -
Siang ini Nayaka dan keempat saudara Wiratama yang lain pergi ke rumah nenek dan kakek, besok adalah ulang tahun kakek dan seluruh anggota keluarga berkumpul disana untuk menghabiskan waktu bersama.
Biasa nya mereka akan menginap selama dua hari disana.
Di mobil Nayaka tiduran dengan kepala nya berada di paha Harzan dan kaki nya berada pada Ranjaya, ia tiduran sambil memeluk boneka tayo.
"Mainan mobil na Yaya ketinggalan di lumah, sama kak Jaja nda di bolehin di bawa."
Javas yang duduk di samping Mavendra yang sedang mengemudi itu hanya bisa menghela nafas panjang. Mau di jelasin berapa kali pun Nayaka ngga bakalan mau ngerti.
Padahal tadi udah Javas kasih tau kalau jangan di bawa biar nanti kalau ketemu sama sepupu nya yang lain ngga rusak.
Tapi malah ngga di dengerin dia ngomong gitu. Nanti kalau sudah rusak nangis-nangis minta beliin yang baru.
Emang ngeselin, untung Javas sayang.
Membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk sampai di rumah nenek dan kakek. Di sepanjang perjalanan di sana Nayaka terus-terusan mengomel tentang mainan nya yang ketinggalan itu.
Ranjaya yang niat nya mau tidur di mobil jadi ngga bisa gara-gara ocehan nya Nayaka yang ngga bisa diem.
Dan sesampai nya di rumah nenek dan kakek mereka di sambut hangat oleh kedua nya. Disana juga ada tante Ayana, om Arjuna dan ketiga sepupu nya.
Anggara, anak sulung dari Tante Ayana dan om Arjuna, dia seumuran dengan Mavendra. Di samping Anggara juga ada dua bocah kecil, mereka adik dari Anggara, si kembar bernama Galen dan Key.
"KAK MAVEN!!!" Teriak Galen serta Key bersemangat.
Raut wajah si bungsu Wiratama langsung cemberut melihat dua bocah tengil itu. Setiap mereka bertemu kedua nya akan bersikap sangat mengesalkan dan manja, hal itu membuat keempat kakak nya jarang memperhatikan nya.
Mavendra dan adik-adik nya turun dari mobil. Dan Mavendra langsung mendapat pelukan hangat dari Galen dan Key.
Harzan dan Ranjaya langsung berlari menghampiri Kakek dan Nenek. Sedangkan itu Javas menyapa Tante dan om nya.
Sedangkan si bungsu?
Nayaka hanya diam sambil memegang celana Mavendra dan mengikuti si sulung kemanapun ia pergi.
"Sini Yaya!!" Ujar Anggara.
Nayaka menurut, ia menghampiri Anggara dan langsung di sambut pelukan hangat. Anggara itu ngga jauh beda sama Mas Maven, jadi Nayaka cukup akrab sama dia.
Beda cerita kalau sama si kembar Galen dan Key. Boro-boro akrab, ngobrol aja jarang.