Budayakan vote sebelum membaca!
Happy reading........
*****
Hari ini pernikahan Bian dan Evelyn resmi dilaksanakan. Acara tersebut digelar di sebuah hotel terbaik yang berada di ibukota. Acara ini terlihat sangat mewah, serta dihadiri oleh ratusan tamu dari kedua pihak keluarga.
Keduanya kini telah resmi menikah. Dan masing-masing dari keduanya sama-sama merasakan kebahagiaan. Terlihat jelas dari bagaimana mata mereka saling menatap satu sama lain, serta senyum yang tidak pernah pudar dari keduanya.
Bian meraih tangan Evelyn, kemudian menggenggamnya. Laki-laki itu tersenyum saat melihat cincin yang tersemat indah di jari manis Evelyn, cincin yang sama persis dengan yang dirinya pakai.
"Apa kamu bahagia?" Tanya Bian seraya mengelus punggung tangan Evelyn.
Evelyn menatap Bian dengan mata cantiknya. Kemudian perempuan itu mengangguk.
"Aku janji bakalan terus bahagiain kamu, dan aku juga bakalan terus ada disamping kamu," Ucap Bian dengan keseriusannya.
"Aku percaya sama kamu kok." Ucap Evelyn disertai senyum tipisnya.
Bian pun ikut tersenyum. "Jangan sampai nangis lagi ya, aku nggak suka liat air mata kamu."
****
Evelyn memasuki kamarnya dengan langkah beratnya, lalu duduk di pinggiran ranjang. Kemudian gadis itu merebahkan tubuhnya tanpa melepas gaun panjang yang dipakainya. Jujur gadis itu merasa sangat lelah setelah melayani ratusan tamu yang menghadiri pernikahannya.
Keduanya kini telah berubah status menjadi sepasang suami istri setelah terus bersama selama lima tahun terakhir. Mereka berdua sudah benar-benar yakin untuk mengikat janji suci untuk yang pertama dan terakhir kalinya.
Evelyn memejamkan matanya yang terasa berat. Dirinya ingin tidur saat ini juga, namun sepertinya tidak bisa. Tiba-tiba Bian datang dari arah pintu. Cowok itu kini sudah melepaskan jas hitamnya sehingga hanya menyisakan kemeja putih yang dua kancing atasnya sudah terbuka.
Bian menggeleng pelan saat melihat Evelyn yang tidur tanpa melepas gaun lebar yang dipakainya. Bian kemudian mendekati Evelyn, mengguncang pelan pundak gadis itu.
"Kamu capek?" Tanya Bian.
"Mau tidur." Evelyn menjawab dengan matanya yang masih tertutup.
"Kamu kan belum bersih-bersih. Gaunnya di lepas dulu, itu make-up nya juga dibersihin." Ucap Bian seraya membangunkan Evelyn dengan pelan.
Evelyn sebenarnya enggan, namun mau bagaimana lagi. Akhirnya gadis itu berdiri dengan malas.
"Kok cuma diam aja?" Tanya Bian yang heran dengan Evelyn.
"Bantuin lepas gaunnya. Resleting nya ada di belakang, tangan aku nggak nyampe." Ucap Evelyn seraya berbalik membelakangi Bian.
Bian pun langsung membantu Evelyn tanpa berucap apapun. Dan saat resleting itu terbuka, Bian bisa melihat sebagian punggung Evelyn yang seputih susu. Astaga Bian, jaga pandanganmu!
Evelyn pun melepaskan gaun tersebut, sehingga hanya menyisakan tanktop dan celana pendeknya. Dan Tanpa merasa canggung, gadis itu berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya.
Bian berjongkok untuk mengambil gaun Evelyn yang gadis itu lepaskan begitu saja, kemudian menyisihkan nya di atas sofa dengan rapi. Lalu laki-laki itu duduk menyandar di sofa
Kini dirinya sudah menikah dengan Evelyn. Mereka telah menjadi sepasang suami-istri. Bian masih sedikit tidak percaya jika akhirnya cita-citanya dan Evelyn terwujud. Ah, Bian sungguh merasa bahagia.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTHA
Fiksi Remaja𝚂𝚎𝚚𝚞𝚎𝚕 𝚌𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊 𝙴𝚟𝚎𝚕𝚢𝚗 𝙰𝚗𝚝𝚊𝚐𝚘𝚗𝚒𝚜𝚝 𝙶𝚒𝚛𝚕 Follow sebelum membaca!. ------------------------------------------------ Menceritakan kelanjutan kisah Evelyn Azzura Syanalla. Kehidupan gadis itu setelah menikah, dan juga...
