19

348 41 1
                                        

setelah membeli keperluan nya di toko buku kini chika kembali menaiki taksi untuk menuju salah satu pemakaman keluarga yang tak jauh dari pusat kota, namun sebelum masuk menuju makam ia sempatkan untuk membeli sebuket bunga daisy.

ia menyusuri pemakaman khusus tersebut dan berhenti di depan sebuah makam, chika tersenyum lembut melihat makam tersebut yang terawat meskipun ada beberapa helai daun kering di atas makam tersebut, dengan telaten ia singkirkan daun daun yang menutupi nisan dan meletakkan bunga yang tadi ia beli tadi di atas makam.

"mami apa kabar disana?, chika datang lagi mi" sapa chika pada makam tersebut.

AYANA MAHARANI H ibu kandung chika istri pertama dari sang ayah, pucho ferdinand cahyadi. aya meninggal saat chika berusia satu tahun karena menjadi korban tabrak lari yang menyebabkan ia kehilangan nyawa nya ditempat, pucho yang mendengar kabar buruk mengenai sang istri sempat drop dan di larikan ke rumah sakit sedangkan chika yang tidak mengerti apa yang terjadi hanya mengamati tanpa bertanya lebih banyak. 

Satu tahun kemudian pucho kembali menikah dengan anin dan dikaruniai satu gadis kecil bernama ashela aliffya cahyadi dan kelahiran ashel kembali membuat chika kembali seperti chika dulu yang ceria dan cerewet. semakin bertambahnya usia kini chika mengerti arti kalimat yang diutarakan sang nenek jika sang ibu akan tidur selamanya disisi tuhan, kini dengan lapang dada chika mengikhlaskan kepergian sang ibu dan akan menyayangi anin yang menjadi ibu sambungnya dan ashel yang merupakan adiknya.

"chika pengen cerita deh mi, tadi waktu chika pengen keluar abi sama mommy anin berantem soal ashel mi. abi masih egois mi dan pengen ngejodohin ashel sama zee, padahal ashel udah pacaran sama adel anaknya mami cindy."

"abi lupa mi sama janjinya ke aku, janji dia yang ga bakal ngatur-ngatur kehidupan ashel kalau aku setuju untuk di jodohin sama ara tapi lagi-lagi abi ingkar mi. chika kesel sama diri chika karena ashel pasti ga akan bahagia sama pilihan abi mi"

chika tertunduk ia tak bisa berbuat apa-apa jika bersangkutan dengan sang ayah dia terlalu takut untuk membela diri dan baginya ashel adalah kelemahannya karena bagaimanapun kebahagiaan ashel adalah kebahagiaan nya juga, namun kali ini ia tak bisa berkutik akan perintah ayahnya.

chika menangis karena merasa dirinya tak berguna dalam membahagiakan dan menjaga sang adik. Karna terlalu asik melamun hujan mulai turun dan membasahi tubuh chika ia biarkan tubuhnya basah dan tak ingin beranjak dari makam, tak lama ia merasakan jika sesuatu melindungi nya dari jatuhnya air hujan.

"kak chika baik-baik aja? kenapa hujan-hujanan ?" chika mengangkat kepalanya dan mendapati adel yang memegang payung sembari melindungi tubuhnya dari hujan.

chika kembali menangis saat melihat wajah tenang adel, ia kembali mengingat ucapan sang ayah yang akan melakukan berbagai cara untuk memisahkan keduanya. adel yang iba kemudian mensejajarkan dirinya dengan chika dan memeluk tubuh basah chika sambil sesekali mengusap punggung chika dengan lembut.

"aku ga tau masalah kakak apa, tapi aku bisa jadi tempat kakak cerita  kalau kakak butuh seorang pendengar" jelas adel yang masih memeluk chika.

"ka chika kesini bawa mobil ?" pertanyaan adel hanya di gelengi oleh chika dan setelah gadis itu berhenti dari tangisnya adel dengan perlahan menuntun chika untuk keluar dari area pemakaman tersebut.

"kamu kenapa bisa ada di sini del ?" tanya chika yang masih sesegukan kini keduanya sudah berada di dalam mobil mercedes m3 milik eve yang tadi dipinjam adel.

"aku tadi ke makam aldo kak, udah lama juga ga mampir takutnya aldo kesepian" jelas adel dengan kekehannya.

"kalau ka chikuy gimana ?"

oppositeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang