PG12

34 5 0
                                    


Merhaba arkadaşlar

Tong hilap sateacan maca vote ya
Klik ikon bintang pojok kiri bawah

Tandai kalau ada typo

°°°°°°°°°°°
Happy reading 🐣

Bukan tentang mu
Bukannya juga tentang dia
Ini hanya tentang aku , aku
dan aku

Nindi tengah duduk di brankar di temani oleh keynan yang duduk di  kursi  dekat Nindi

Tak ada yang berbicara mereka sibuk dengan pikirannya masing masing

"apakah untuk pertolongan kali ini juga aku harus membayarnya    "

Suara Nindi memecah keheningan yang terjadi

Keynan menoleh ke arah Nindi yang tengah memandang ke sembarang arah

" Apa maksud lo "

" Waktu itu kakak juga nolongin aku dan imbalannya aku harus jadi pesuruh kakak , apa untuk kali ini juga sama "

"Jika iya aku berharap ini adalah terakhir kali nya kakak nolongin aku "

Keynan hanya diam dan  mendengarkan Nindi , membiarkan dia menumpahkan segala keluh kesahnya yang dia simpan di dalam hati 

" Kakak adalah penyebab aku seperti ini " 

" Riska Menyukai kakak dan menganggap bahwa aku mencoba  mendekati dan merebut kakak dari Riska   "

Luruh sudah air matanya . Ia sudah tak mampu menahannya lagi  
" Hiks a-ku capek kak kenapa hidup tidak adil sama aku , kenapa harus aku "

Nindi menunduk bahunya mulai bergetar . Tak ada respon apapun yang di tunjukan keynan

Nindi mengangkat wajahnya manik hitam mengkilat milik Nindi beradu dengan  manik coklat keynan

Nindi menghapus kasar air matanya yang sialnya terus mengalir begitu saja
" A-ku lelah kak kenapa mereka gak bisa  biarin aku hidup tenang "

" Apa karna aku jelek  jadi mereka bisa menindas aku semaunya "

" Gue minta maaf "
Hanya kata itu yang keluar dari mulut keynan

" Gue bakal buat perhitungan sama Riska jika itu yang Lo mau "

Nindi menggeleng
" aku gak mau itu " 

" Terus apa yang Lo mau ?"

" Tolong jangan ganggu aku lagi , jika Nanti kakak liat aku kesusahan tolong jangan pernah bantu aku "

" Jika itu yang Lo minta gue bakal ngejauh dari lo "

Keynan pergi meninggalkan Nindi . Dan Nindi semakin terisak entah apa penyebabnya seharusnya dia senang bukan , kalau keynan menjauhinya jadi dia tak akan di ganggu oleh Riska

" Nin kenapa Lo cengeng banget " nindi menghapus air matanya

🐣

Isna datang dengan membawa sebuah kresek berisi obat yang baru saja ia tebus di apotek

" Loh keynan kemana nin? " Tanya isna saat menyadari tak ada keynan di sana

Padalah Isna Meminta Untuk menunggu Nindi sebentar buat Nebus Obat

" Udah pergi "

" Ckk gak bertanggung jawab banget padahal aku cuman nitip kamu buat Nebus obat " kesal Isna

Peran GandaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang