Hamil saat masih duduk dibangku sekolah menengah bukanlah hal yang mudah, begitupun yang Shani alami
Ketika kehidupan dan pikirannya benar benar kalut, tuhan mengirimkan ia seorang mailakat pelindung, sosok yang selalu ada untuknya, menuruti semua k...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Shani sudah siap untuk berangkat sekolah bahkan saat ini dirinya sedang berdiri didepan rumah menanti kedatangan Gracia.
Waktu sudah menujukan pukul 6.20, tapi Gracia belum juga menunjukan tanda tanda bahwa dirinya akan datang, pesan yang Shani kirim pun tak kunjung ia balas. Tak biasanya Gracia bersikap demikian, apakah hal buruk terjadi pada dirinya?
"Gracia kemana ya, tumben banget jam segini belum dateng" gumam Shani sambil terus memandangi jalanan didepan rumahnya, berharap sosok Gracia segera muncul dihadapnya dengan keadaan baik baik saja
"Mudah mudahan dia baik baik aja" kata Shani yang mulai cemas dengan kondisi Gracia saat ini
"Loh, belum berangkat?" tanya Tio begitu melihat Shani
"Belum, Yah. Gracia belum dateng" jawab Shani
"Udah siang loh ini. Coba kamu chat, tanya udah sampe mana"
"Udah, tapi ga dibales"
Tio nampak berfikir, "Mending sekarang kamu berangkat bareng Ayah, Gracia hari ini mungkin gak masuk sekolah tapi lupa ngabarani" katanya
Apa yang Ayahnya katakan ada benarnya juga, akhirnya Shani pun memutuskan untuk berangkat bersama sang Ayah
Kini Shani tenggah duduk sambil menatap keluar jendela, memikirkan Gracia yang entah dimana keberadaanya
"Huft" Shani kembali menghela nafas untuk kesekian kalinya
"Eh, Shan. Katanya ada anak SMA yang kecelakaan deket rumah kamu, itu bener gak sih?" tanya Jinan yang tiba tiba membalikkan badannya
"Hah, kecelakaan? Kamu tau dari mana?" Shani balik bertanya karna dirinya memang tidak tahu menahu akan hal itu
"Didepan lagi pada ngomongin. Masa gak tau sih"
"Aku ga tau sama sekali. Terus terus kronologi kecelakaannya kaya gimana?" tanya Shani yang entah menggapa tiba tiba jadi sangat ingin tahu
"Kronologinya entah gimana. Tapi yang jelas korbannya perempuan" terang Jinan
Deg, seketika Shani jadi teringat pada Gracia, sedetik kemudian tiba tiba pikiran buruk pun hinggap dengan begitu saja dikepalanya tapi cepat cepat Shani menepis pemikiran tersebut
Kring..' bell sekolah pun berbunyi, pertanda sebentar lagi kegiatan belajar mengajar akan segera dimulai. Seluruh murid langsung menyiapakan alat tulis mereka masing masing, tak terkecuali dengan Shani
Tak berselang lama seorang Guru datang memasuki kelas. "Selamat pagi Anak anak" sapa Guru tersebut
"Pagi, Bu" jawab para murid dengan serentak
"Dihari yang sepagi ini ada sebuah berita duka yang harus Ibu sampaikan. Dimana teman kita, saudara kita dari SMA Taruna, pagi tadi mengalami kecelakaan dan telah dinyatakan meninggal dunia sebelum mendapatkan pertolongan medis. Maka dari itu marilah sejenak kita tundukan kepala untuk berdoa, semoga Tuhan menempatkannya ditempat terbaik" kata Sang Guru dan saat itu juga para murid langsung menundukan kepala mereka untuk berdoa
Ketiak murid lain berdoaan untuk kedamaian korban, Shani justru berdoa agar apa yang ada dipikirannya tidaklah benar, dari lubuk hati ia berharap bahwa orang tersebut bukanlah Gracia
Diwaktu yang sama seorang Siswi kini tengah berlari menyusuri koridor SMA Harapan. Sesekali ia terhenti karna kelelahan, ingin rasanya meneguk sebotol air minum agar rasa hausnya bisa terhidrasi tapi cepat cepat niatnya itu ia urungkan mengingat bell masuk sudah berbunyi beberapa menit lalu
"Tuhan lindungi Gracia dimana pun dia berada, amin" doa Shani sebelum akhirnya memutuskan untuk membuka matanya
Dengan nafas terengah Siswi tadi akhirnya tiba ditempat tujuannya "Maaf, Bu. Saya terlambat" katanya dengan lantang. Tapi betapa terkujut dan malunya dia begitu mendapati semua orang yang berada dikelas itu tengah menundukan kepala, Seketika seluruh padangan mata tertuju padanya
(setengah dulu mau ada pengumuman soalnya)
* hai. berhubung abi lagi training, abi pamit hiatus dulu ya ga lama cuma dua bulan. mohon doanya supaya training aku bisa berjalan lancar dan semoga bisa up lagi secepatnya