Hamil saat masih duduk dibangku sekolah menengah bukanlah hal yang mudah, begitupun yang Shani alami
Ketika kehidupan dan pikirannya benar benar kalut, tuhan mengirimkan ia seorang mailakat pelindung, sosok yang selalu ada untuknya, menuruti semua k...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gracia menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang, merentangkan kedua tangannya sambil sesekali menarik nafas dalam. Hari yang cukup melelahkan ditambah lagi kepalanya masih terasa sedikit sakit, "gila, bekas jambakan cewe tadi masih kerasa juga," gumamnya sambil meraba raba kulit kepalanya.
"Gre, makan dulu," panggil Kennan dari luar kamar.
"Iya, Pah," jawab Gracia.
"Pah," panggil Gracia pada sela makan malam mereka.
"Emm," jawab Kennan yang langsung mengalihkan pandangannya.
"Dulu waktu Papah pacaran sama Mamah, kalian suka jalan kemana sih?" tanya Gracia.
"Waktu pacaran, biasanya kita pergi nonton atau jalan jalan ke taman."
"Owh." Gracia mengangguk mendengar jawaban dari Kennan tersebut.
"Eh minum, Pah." Gracia dengan sigap langsung menyodorkan segelas air putih untuk Kennan.
"Enakan?" tanya Gracia begitu Kennan terlihat membaik.
"Udah udah," jawab Kennan sembari meletakan gelas yang tadi diberikan oleh Gracia.
"Memangnya kenapa? Ga biasanya kamu nanya nanya soal pacar Papah."
"Bukan nanyain pacar Papah. Aku lagi cari referensi aja kalo jalan enaknya kemana, mangkannya aku nanya sama yang udah sepuh dan berpengalaman." ujar Gracia.
"Nah itu tau Papah udah sepuh, kapan kamu mau bawa pacar kamu itu kesini?"
"Pacar pacar, kita ga pacaran."
"Kenapa?"
"Ga gampang dapetin orang yang hatinya buat orang lain," Gracia berkata dengan sedikit murung.
"Gracia, masuk nak." Ve menyambut kedatangan Gracia dengan senang hati.
"Aku tunggu disini aja, Tan. Mau langsung berangkat soalnya."
"Ya udah kamu duduk dulu biar Tante panggilin Shaninya."
"Makasih, Tan. Maaf jadi ngerepotin."
"Ah kamu kaya kesiapa aja. Tante masuk dulu ya."
"Iya, Tan."
Baru saja Ve memasuki ruang tenggah, terlihat Shani tenggah menuruni satu persatu anak tangga sampai akhirnya mereka pun berpapasan dianak tangga terakhir.