Hamil saat masih duduk dibangku sekolah menengah bukanlah hal yang mudah, begitupun yang Shani alami
Ketika kehidupan dan pikirannya benar benar kalut, tuhan mengirimkan ia seorang mailakat pelindung, sosok yang selalu ada untuknya, menuruti semua k...
"Tunggu dulu, Mba. Jangan dulu naik" kata Gracia saat Shani mulai melangkah ke arahnya
"Loh, kenapa? Bannya kempes ya, Kak?" tanya Shani yang melihat Gracia turun dari motonya
"Aduh iya nih Mba, ban saya meleyot ngeliat kecantikan Mbanya" kata Gracia dengan masih bergurau
"Hah, serius bannya kempes?" tanya Shani yang mulai serius
"Ck, becanda Shan.." kata Gracia
"Terus kenapa kamu turun?" tanya Shani
"Ngambil ini" kata Gracia sambil menunjukan sebuah helm berwarna kuning yang baru ia keluarkan dari bagasi motornya
"Pake ya, aku juga pake. Warnanya sama biar kita jadi Upin Ipin" kata Gracia saat menyerahkan helm tersebut pada Shani
"Upin Ipin kan kuning biru" kata Shani begitu menerima helm tersebut
Gracia nyengir sambil mengaruk kepalanya "Ipin juga pasti pernah pinjem bajunya Upin, jadi akan ada saatnya dimana mereka berdua kuning kuning" kata Gracia ngarang
Shani terdiam "emang iya?" tanyanya
"Ya udah sih dari pada mikirin Ipin pinjem baju Upin mending sekarang kita berangkat, udah siang soalnya"
Jam istirahat sedang berlangsung dan saat Gracia sedang berjalan di pinggir lapangan. Tanpa disadari sebuah bola basket tengah melayang tepat menggarah kekepalanya
Dan sedetik kemudian..
Bug' Bola tersebut menghantam kepalanya dengan cukup keras. Jika saja Gracia tidak langsung berpegangan pada tiang maka dapat dipastikan dirinya akan jatuh tersungkur
Gracia memegangi kepalanya yang terasa pusing sampai akhirnya seorang pria menghampirinya
"Lo ga papa?" tanya pria tersebut
Tanpa mereka sadari beberapa murid lain mulai memperhatikan mereka
"Gapapa gapapa" jawab Gracia padahal saat itu kepalanya masih berdenyut dan pusing
"Sorry sorry gue ga sengaja" kata pria tersebut
Gracia menoleh pada pria yang sedari berada di sampingnya namun tak sempat ia lihat wajahnya
"Gue ga-" perkataannya terhenti begitu mengetahui siapa pria itu
Plak' sebuah tamparan Gracia layangkan pada sosok pria tersebut yang ternyata adalah Marvel