Hamil saat masih duduk dibangku sekolah menengah bukanlah hal yang mudah, begitupun yang Shani alami
Ketika kehidupan dan pikirannya benar benar kalut, tuhan mengirimkan ia seorang mailakat pelindung, sosok yang selalu ada untuknya, menuruti semua k...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari masih begitu pagi, bahkan jam baru menunjukan pukul 6.00, tapi Gracia sudah tiba di depan rumah Shani. Bukan tanpa alasan dirinya datang sepagi ini, ia hanya takut Shani akan berangkat lebih dulu sebelum dirinya tiba. Bahkan saking takutnya ditinggal sedetik pun pandangannya tak pernah lepas dari pintu rumah Shani
15 menit telah berlalu Gracia masih setia menunggu. Sampai akhirnya raut bahagia tercetak jelas diwajah Gracia begitu matanya menangkap sosok Shani keluar dari pintu yang sedari tadi ia pandang
Buru buru Gracia melambaikan tangannya sambil tersenyum lebar "Shani" panggilnya
Shani tersenyum dan membalas lambaian Gracia. "Hai" Sapanya begitu berada tepat dihadapan Gracia
"Udah lama nunggu?" tanya Shani
"Dari jam enam sih" jawab Gracia
"Kok gak chat aku?" tanya Shani
"Sengaja"
"Dih, kapan kapan kalo udah sampe bilang, biar kamu gak kelamaan nunggu" kata Shani
"Iya iya, besok besok kalo udah sampe bakal chat" kata Gracia. "Ya udah ayo, keburu siang nanti kamu kesiangan" lanjutnya
"Sampe.." Kata Gracia begitu sampai di depan gerbang SMA Harapan
Shani pun turun dari motor Gracia. "Makasih" ucapnya
"Sama sama"
"Owh iya, hampir aja lupa" kata Gracia yang kemudian langsung membuka tasnya
"Kenapa?" tanya Shani
"Engga, sebentar"
"Ini" Gracia menyodorkan botol yang Shani sudah tau isinya apa
Shani menerima botol tersebut, "Makasih" kata Shani
"Sama sama. Masih anget kok, soalnya aku bikinnya pas mau berangkat. Diminum ya" kata Gracia
"Iya. Tapi boleh ga aku minta sesuatu?" tanya Shani
"Boleh, mau apa bilang aja" jawab Gracia
"Kamu jangan keseringan bawain aku susu"
"Loh kenapa? Susunya gak enak?"
"Bukan bukan gitu. Aku takut lama lama botol minum kamu bisa abis kalo tiap hari bawain susu terus buat aku"
"Haha" Gracia tertawa mendengar penuturan Shani
"Kok malah ketawa sih" heran Shani
"Ngga gak papa, lucu aja gitu" kata Gracia masih dengan sedikit tertawa
"Aku serius" kata Shani dan seketika Gracia pun menghentikan tawanya
"Kamu jangan khawatir, botol minum aku banyak kok, mau warna apa aja juga ada"
"Bener?" tanya Shani
"Iya bener. Yaudah kalo gitu aku langsung berangkat ya" pamit Gracia