Hamil saat masih duduk dibangku sekolah menengah bukanlah hal yang mudah, begitupun yang Shani alami
Ketika kehidupan dan pikirannya benar benar kalut, tuhan mengirimkan ia seorang mailakat pelindung, sosok yang selalu ada untuknya, menuruti semua k...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gracia dan Shani sudah tiba di dokter kandungan beberapa menit lalu, keduanya kini tengah duduk sambil menunggu giliran pemeriksaan Shani
Keduanya masih mengenakan rok abu namun, dengan atasan yang berbeda. Gracia mengenakan kaos hitam, sedangkan Shani mengenakan jaket milik Gracia
Gracia melirik ke arah Shani. Sedari tadi Shani tak henti memainkan jemarinya, pertanda bahwa dirinya kala itu sedang merasakan cemas atau mungkin tegang lebih tepatnya
Gracia kemudian mengenggam tangan kiri Shani, "Kamu kenapa?" tanyanya
Shani menoleh, "Aku takut" jujurnya
Gracia tersenyum mendengar penuturan Shani, meskipun dirinya tidak pernah berada diposisi Shani saat ini, tapi ia tau apa yang saat ini sedang Shani rasakan
"Jangan takut, aku disini, aku bakal temenin kamu. Kita hadapi semuanya bareng bareng" katanya yang kini mengenggam kedua tangan Shani
"Makasih" jawab Shani sambil tersenyum, kentara senyum itu adalah senyuman yang dipakasakan
"Ibu Shani" panggil seorang suster yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan
Rangkaian proses pemeriksaan sudah selesai, kini saatnya melakukan USG. Shani sudah membaringkan tubuhnya diranjang dengan Gracia yang setia berada disampingnya
"Jaketnya boleh dibuka dulu, supaya pemeriksaanya lebih nyaman" kata dokter yang sedari tadi menangani Shani, kita panggil saja Dokter Eva
"Eh tapi.."
"Jangan khawatir, kami pasti menjaga kerahasian idenfitas pasien" kata Dokter Eva
Shani menoleh ke arah Gracia, mencoba melihat reaksi dan apa pendapatnya. Gracia hanya mengangguk dengan sedikit tersenyum, Shani pun menyimpulkan bahwa Gracia mengizinkannya membuka jaket
Shani bangkit dari tidurnya dan mulai membuka resleting jaket yang ia kenakan. Gracia tak tinggal diam, dirinya membantu Shani untuk melepas jaket tersebut, setelahnya jaket itu ia gantungkan ditangan kirinya. Sedangkan Shani, ia kembali merebahkan tubuhnya
Dokter Eva mulai melanjutkan tugasnya, ia menyingkap baju seragam yang Shani kenakan tentunya setelah meminta izin terkebih dahulu
Saat Dokter Eva akan mengoleskan USG gel, tangan kiri Shani langsung meraih tangan kanan Gracia, Gracia yang sedari tadi fokus melihat pekerjaan Dokter Eva pun seketika mengalihkan pandangannya pada Shani
Ketegangan tergambar jelas diwajah Shani, "Tenang" Gracia berkata tanpa bersuara, tapi Shani dapat membaca apa yang Gracia ucapkan dari gerak bibirnya. Shani menarik nafas agak dalam untuk menenangkan dirinya
Dokter Eva yang melihat semuanya pun hanya mampu tersenyum. "Relax ya, ini gak sakit kok" katanya