Bagian 13

52 5 4
                                        


"Yang di tunggu tunggu akhirnya dateng juga, gue pikir lo bakal jadi pecundang gak tau diri."

.....

Rana tak menanggapi celetukan sarkas dari dua wanita berpakaian terbuka yang kini berdiri di hadapannya, ia lebih memilih merogoh sling bag berwarna putih gading yang berada di tangannya, mengeluarkan sebuah benda yang terbungkus kotak kado berwarna hitam dari sana.

Tanpa suara ia memberikannya kepada Pricill, si pemilik pesta yang kini menjungkitkan alis sembari memandang remeh pada benda di tangannya.

"Oh."

Hanya respon kecil tanpa arti itu yang Pricill berikan, sebelum akhirnya melempar kado  menuju salah satu temannya yang memperhatikan mereka dari jauh.

"Oke, have fun banyak cowok yang bisa puasin lo disini."

Rana tak perduli, ia lebih memilih melenggang pergi menuju bagian bar stools yang terlihat sepi, sedang Pricill tersenyum sinis, mengepalkan tangan saat merasa gadis itu terlalu berani mengabaikannya, lihat saja apa yang akan ia lakukan malam ini, ia pastikan Rana akan menyesal telah berurusan dengannya.

"Minum?" Pertanyaan yang terdengar dari seseorang di depannya Rana jawab dengan dehuman singkat.

"Air mineral."

"What?" Jangan tanya ekspresi dari bartender yang memiliki wajah tampan dengan kumis tipis di depannya, Rana tak menjawab selain tatapan datar yang ia tunjukkan, lelaki itu menggaruk tengkuknya yang tak gatal, berikut mengambil air mineral yang berada di bawah meja.

"Punya gue pribadi, lo ambil aja."

Rana masih memberikan tatapan yang sama, namun tak selang lima detik ia merogoh dompet dan mengeluarkan selembar uang berwarna biru dari sana.

"Thanks," ujarnya, sembari membuka botol air mineral yang tersegel di depannya, ia abai saat lelaki itu menatapnya aneh, namun seakan segan untuk kembali membuka suara, lelaki itu memilih mengambilnya dan berlalu melayani pelanggan lain.

Rana memutar stool bar untuk mencari objek yang dapat ia amati, bosan sekali rasanya jika ia harus duduk tenang berpuluh menit kedepan dengan sesekali meneguk air mineral di depannya. Namun keputusan itu membuat Rana menahan umpatan dalam hati, dari semua sudut yang bisa Rana pandang, hanya hal hal menjijikkan yang menyapa pandangannya. Seperti tak ada seseorang  yang mempunyai sedikitpun etika. Sial! Harusnya memang lebih baik ia mengamati gerakan air dalam botol yang di pegangnya.

"Temen Pricil?"

Rana tak perlu mendongak untuk tau siapa yang baru saja bicara, si bartender yang tadi memberinya air mineral. Lelaki berkumis tipis itu memandangnya ramah, bukan jenis pandangan merendahkan atau melecehkan seperti yang biasa Rana dapatkan, mungkin profesinya yang mengharuskan ia selalu bersikap seperti itu.

"Bukan." Rana menjawab santai. Tangannya tampak memainkan botol dengan bosan, setiap detiknya terasa begitu lamban bagi Rana berada di dalam sana. Si bartender yang tadi sempat melihat gadis di depannya memberi kado untuk pricil mengerutkan kening, tak paham dengan maksud bukan yang lawan bicaranya katakan. Rana sendiri memilih tak acuh, lebih terlihat enggan untuk melanjutkan obrolan, karna jujur saja Rana lebih berminat untuk diam dari pada membuka suara.

Si bartender tadi nampaknya cukup paham, hingga ia lebih memilih tak lagi bertanya walau sebenarnya ada sedikit rasa penasaran di matanya. Akan lebih masuk akal jika gadis cantik di hadapannya bergabung dengan Pricil, karna ia merasa mereka cukup setara.

Menit menit berlalu seperti yang Rana inginkan, lima menit lagi jam dua belas tepat dan Rana akan terbebas dari tempat memuakkan yang sekarang ia pijak. Nampaknya Rana hanya terlalu bernegative thinking tentang Pricil, setidaknya itu yang Rana pikirkan, sampai tangannya di tarik kuat hingga hampir saja membuatnya terjungkal, beruntung ia memiliki refleks yang bagus, tangannya yang lain memegang sisi stool bar di sebelahnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 20, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Dunia Rana Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang