Bab 13 - Bawa Aku Pergi!

1K 37 2
                                        

Revisi
.
.
.

Revisi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

_____

"Aruna dimana lo?!!!" 

Tak melihat sosoknya dikelas, Sandra diikuti kedua temannya yang lain itu kembali mencari keberadaan Aruna yang ingin segera diberinya pelajaran atas perbuatannya.

Melihat bagaimana Aruna yang saat ini berjalan menuju kelasnya, dengan cepat Sandra menghampiri dan menyeret tubuh anak itu ke dalam kamar mandi.

Brughh.. "Aghhsttt," Tubuh Aruna yang didorong teramat keras menubruk tembok membuatnya sedikit meringis.

Plakkk.. Kini satu tamparan sudah mendarat dipipi anak itu. Plakkk... Plakk.. Ketiga kalinya tamparan yang membuat sudut bibirnya kini berdarah.

Bughh.. Beberapa tendangan yang diberikan Sandra membuat gadis itu saat ini jatuh tersungkur.

"Kak udah, R-runa minta maaf ini ss-akitt,"

"Udah gue kasih tau sebelumnya ke lo buat bawa tugas gue pagi!! Lo udah bikin gue dihukum Anjing!!" Bugh.. kembali satu tendangan yang Sandra berikan.

Amel yang mulai ikut geram akhirnya menjambak rambut Aruna yang seketika membuat kepala Aruna mendongak. Dengan tangannya yang berusaha menahan tangan milik Amel, Aruna mencoba lebih keras untuk memohon agar diampuni, "kak Runa beneran minta maaf, Runa ngga sengaja, plis ka lepasin sakittt," rintihnya.

Byurrr..

Satu ember air kini Lia tumpahkan ke tubuh Aruna, Lia pun segera menarik tubuh gadis itu kedalam bilik toilet kemudian menguncinya.

"Kak buka kak, jangan kunciin Runa. Runa minta maaf ka tolong,"

"Itu pelajaran buat lo biar ga macem-macem lagi sama kita Runa!!"

"Kak Runa mohon kak, tolong kali ini aja kasih kesempatan Runa! Kakkkk!!" 

Percuma, ketiganya sudah meninggalkan Runa disana tanpa memperdulikan apa yang akan terjadi pada anak itu kedepannya.

Sudah dipastikan dengan keadaannya sekarang Aruna tidak mengikuti pelajaran, sampai tiba waktunya pulang Arunapun masih setia didalam toilet itu sendirian tanpa ada satupun orang yang menolongnya.

Disaat hari sudah mulai malam, dari baju yang dikenakannya sebelumnya basah kuyup hingga sekarang kembali kering Arna masih belum menemukan jalan untuknya keluar. Berapa kali sudah mencoba mendobrak pintu sampai memanjat toilet untuk naik ke atas semuanya gagal. Dia tidak bisa kemana-mana.

Bahkan gadis itu sempat tertidur saat dingin dan kantuk mulai menyerang. Tiba saat suara penjaga sekolah yang berkeliling untuk mengecek keadaan sekolah itu masuk kedalam kamar mandi itu dan bertanya apakah ada seseorang, karna didapatinya sebuah tas dengan isinya yang berserakan dilantai depan kamar mandi itu.

Trauma Aruna Mahendra Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang