Langit dingin

885 92 13
                                    

Happy Reading!

part ini agak panjang, jadi dimohon baca dengan pelan-pelan sekaliii

part ini agak panjang, jadi dimohon baca dengan pelan-pelan sekaliii

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

💚💚💚

Pagi hari pun tiba saatnya melakukan pemakaman Matahari Johannes.

Semua kerabat dan saudara dari keluarga Johan dan istrinya hadir untuk menghadiri peristirahatan terakhir Matahari.

Tentu saja ada Angkasa dan Bintang yang ikut serta menguburkan Matahari, mereka berdua sangat menahan air matanya jatuh, ia tak boleh meneteskan air matanya pada malam sahabatnya itu.

Setelah selesai perlahan-lahan semua orang pulang sedangkan Angkasa dan Bintang masih sangat betah berada disini, mereka berdua tak mau pulang dan meninggalkan sahabatnya itu.

"Kamu beneran gak mau pulang Bintang?" tanya Jeff pada anaknya

Bintang menggelengkan kepala nya dan begitu pun dengan Angkasa ia tak ingin bangkit dari sana.

Mau tak mau Jeff pun harus menuruti keinginan anaknya itu.

"Kalau ingin pulang hati-hati ya"

Mereka berdua kesini menggunakan motor kesayangan Matahari.

"Matahari maaf kalau gue dan Angkasa pakai motor elo, walaupun elo udah gak pernah pakai motor itu lagi"

"Har lo tau gak seberapa sayang nya kita ke elo, gue sayang banget sama elo har, gue gak tau nanti kalau gue lagi ribut sama ayah dan bunda gue harus ngadu kesiapa" ucap Bintang

"Har kenapa lo ninggalin gue cepet banget, lo kenapa gak nungguin gue Har" kata Bintang lalu di beri pukulan kecil dari Angkasa

"Elo gak usah macem-macem ya Bintang, cukup Matahari elo gak usah nyusul" kata Angkasa

"Iya Angkasa, gue bercanda tadi, tapi kalau gue udah capek gue boleh ya pulang bareng Matahari" katanya dengan nada serius

"Gak, gak bakal gue bolehin"

"Gue gak mau kehilangan lagi Bin, gue gak mau, rasanya sakit Bin saat denger sahabat lo meninggal apalagi dengar nya didepan mata"

"Gue tau Sa, gue juga ada disana, maaf" lalu Bintang menenangkan Angkasa.

"Sekarang elo udah di Langit, elo udah Jadi Bintang di Angkasa Har" kata Bintang

"Matahari disini udah gak terang lagi, udah gak ada elo, semua nya jadi gelap Har" sambung Angkasa

"Betul, elo udah diatas sana jangan lupa sering-sering main ke mimpi gue, kalau gak ntar gue marah sama elo" ucap Bintang sekali lagi

Cerita Kita - 00line dreamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang