Happy Reading
💚💚💚
Setelah pemakaman Langit. Bintang masih saja memikirkan apakah ini terjadi sungguhan atau hanya mimpi nya saja, ia melihat makam bernama Langit Yudhaniel dan makam Matahari Johannes.
Dan benar saja ternyata ini semua adalah nyata ia kehilangan dua sahabatnya sekaligus, lagi-lagi Bintang menangis tak ada lagi yang akan menyemangati dirinya bermain basket tidak ada lagi yang menemaninya latihan basket itu semuanya tidak akan ada lagi.
Angkasa yang ada disana pun ikut sedih melihat sahabatnya yang menangis, Angkasa lalu mendekati Bintang dan mengelus punggungnya dengan pelan Angsaka merasa sangat sedih sama seperti Bintang.
"Gakpapa Bintang, disini masih ada gue. Dan gue yang bakal menenim lo main basket, semangatin main basket dan juga gue bisa ikut latihan bareng elo," ucap Angkasa dengan tulus
Bintang melihat Angkasa dengan lekat, "sa gimana kalau malah gue yang gak bisa?"
"Maksud lo apa?" tanya Angkasa
"Gue yang malah bakal ninggalin elo, gue yang gak bakalbisa main dan latihan lagi sama lo"
"Gak, gak akan ada yang bisa ninggalin kita lagi, mau itu elo atau gue sendiri"
Tidak ada percakapan lagi diantara mereka, hari sudah mulai sore akhirnya mereka berdua berdua beranjak dari makam Langit dan Matahari.
"Gue yang anterin elo kerumah, Bin"
Diperjalanan hanya ada suara berkendara yang Bintang dengar dan Angkasa, tak ada percakapan dari mereka berdua.
Mereka sama-sama terlarut dalam pikiran masing-masing, Angkasa hanya memikirkan bagaimana kalau ia tak mempunyainya Bintang di sisi nya? Mungkin saja Angkasa akan sangat terpukul.
Terlebih Angkasa telah ditinggalkan 2 sahabat nya belum lama ini.
Sedangkan Bintang terlarut pada pikiran nya, apakah ia bisa bertahan bersama Angkasa disini? Apakah ia bisa tak meninggalkan sahabat nya ini? Apakah Angkasa akan merasa kehilangan seperti melihat Matahari dulu?
Ntah mengapa setelah meninggal nya Matahari dan Langit, tiba-tiba saja Bintang merasa ia juga akan meninggalkan Angkasa, ia sangat takut.
"Sa, lo mau makan dulu gak? Gue laper soalnya" tanya Bintang
"Boleh, makan ditempat pecel lele biasa ya"
"Oke sa"
💚💚💚
Sesampainya di tempat pecel lele langganan mereka berempat, Angkasa melihat sekelilingnya ternyata tak ada perubahan disini.
Yang berubah hanya mereka, yang tadinya datang berempat sekarang hanya berdua saja, meninggalkan Angkasa dan Bintang.
Pak Juju pemilik pecel lele yang sudah lama tak melihat mereka pun merasa senang, akhirnya pelanggan setia nya balik lagi.
"Akhirnya kalian datang lagi, terakhir kali waktu SMP gak sih?" kata Pak Juju
"Iya Pak" jawab malu-malu mereka berdua
"Loh tapi kok cuma berdua aja, Mas Langit, sama Mas Matahari mana? Lagi pada sibuk ya?"
"Mereka berdua udah gak ada Pak, Matahari meninggalkan kemarin malam, sedangkan Langit baru tadi pagi" ujar Angkasa dengan pelan

KAMU SEDANG MEMBACA
Cerita Kita - 00line dream
FanficCerita tentang empat sahabat yang saling melengkapi melawan penyakit yang mereka derita. "Kita ini satu, saling melengkapi, jangan ada yang pergi ya" "Sakit, sakit sekali gue gak tahan, angkasa" - Matahari "Berdarah lagi, masuk rumah sakit lagi"...