Cerita tentang empat sahabat yang saling melengkapi melawan penyakit yang mereka derita.
"Kita ini satu, saling melengkapi, jangan ada yang pergi ya"
"Sakit, sakit sekali gue gak tahan, angkasa" - Matahari
"Berdarah lagi, masuk rumah sakit lagi"...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kita ini akan selalu bersama" - Cerita kita
💚💚💚
"Huek huek" Langit memuntahkan semua makanan yang ia makan tadi
Terlihat kedua orang tuanya sangat khawatir dengan keadaan putranya itu.
"Masih merasa mual sayang? " Tanya sang ibu
"Udah gak ma, cuma sedikit lemes aja" Jawab jujur Langit
Setelah itu akhirnya Langit dibawa ke ruang tau untuk beristirahat.
"Mas, tolong ambilkan obat Langit ya, biar aku yang jagain Langit"
Yudha langsung bergegas ke kamar sang anak untuk mengambil obatnya, Yudha sangat panik tadi karena Langit tiba-tiba memuntahkan semua makanan kesukaannya.
Biasanya ia tidak pernah seperti itu, pikirnya.
"Ini sayang obatnya" Yudha memberikan obat kepada sang istri
"Diminum dulu obatnya sayang" Suruh sang ibu
Langit langsung meminum obatnya, ada berbagi macam obat yang ia minum.
Langit sangat ingin memuntahkan semua obat yang ia minum namun ia tidak bisa.
"Huek"
"Masih mual? Muntahin aja gpp nanti biar mama yang bersihin" Kata Amara sang ibu
"Gak mah," Langit menggelengkan kepala nya
"Halo, kenapa Jo?"
"Hah, Matahari masuk rumah sakit?" Kaget Yudha
"Oke besok gue kesana ya, soalnya anak gue juga kambuh, Jo"
"Makasih Jo, Semoga anak lo baik-baik aja, aamiin"
Yudha mematikan telepon dari Johan Ayah dari Matahari.
"Pa, Matahari masuk rumah sakit?" Tanya langit
Yudha yang mendengar nya pun menengok ke arah anaknya. "Iya Langit, Om Johan bilang kambuh"
"Kok bisa? Angkasa kambuh, Aku kambuh, Matahari kambuh, Bintang gimana? Dia baik-baik aja kan pa?"
"Bintang baik-baik aja kok, tenang aja, dan Angkasa juga udah baik-baik juga" Ucap Yudha
💚💚💚
Bintang masih diam dikamarnya sembari melihat handphone nya apa ada pesan yang masuk atau tidak, tapi yang ia dapat hanya pesan pulsa anda sebentar lagi habis, itu membuatnya sedikit kesal.
"Yang bener Jeff, terus keadaan Matahari gimana?"
Bintang mendengar samar-samar suara Bunda nya yang berbicara tentang Matahari, ada apa dengan Matahari? Pikir nya
"Aku juga kurang tau tentang itu Risa, Jo bilang saat ingin menyuruh Matahari untuk makan malam tiba-tiba saja Matahari sudah pingsan didalam kamarnya" Kata Jeff
"Pasti Dira panik banget tiba-tiba Matahari pingsan didalam kamar nya" Ucap Risa dengan nada khawatir
"Johan bilang keadaan Matahari sedikit memburuk, dia bilang Matahari akhir-akhir ini jarang minum obat nya" Kata Jeff
Bintang yang sudah tidak tahan dengan percakapan antara Bunda dan Ayahnya pun langsung keluar dari kamarnya dan langsung turun ke ruang keluarga.
"Yah, bun, maksud kalian apa" Tanya Bintang dengan sedikit emosi
"Matahari gak mungkin masuk rumah sakit kan? Saat aku pulang sekolah bareng dia kelihatan baik-baik aja" Kata Bintang dengan suara sedikit bergetar
"Duduk dulu Bin, biar ayah jelasin"
Bintang lalu duduk disamping Bunda nya dan menatap mata Ayahnya dengan tajam.
"Yang seperti kamu dengar, Matahari kambuh dan dibawa ke rumah sakit"
"Apa kamu pernah lihat Matahari tidak meminum obatnya?" Tanya Jeff
"Aku selalu lihat Matahari minum obatnya, bahkan kalau salah satu dari kita lupa minum obat, Matahari orang pertama yang ingatin kita yah"
"Ayah, Bintang cuma takut Matahari ninggalin Bintang sama yang lainnya" Air mata yang sudah ia tahan perlahan mengalir sang Bunda yang melihat nya langsung memeluk anaknya dan menenangkan nya.
"Sttt, Bintang gak boleh ngomong gitu, Bintang seharusnya do'ain Matahari supaya Matahari gak kenapa-napa" Ucap Bunda
"Maaf bun, aku cuma khawatir aja" Lalu Bintang memeluk lebih erat
"Sekarang Bintang cukup do'ain aja Matahari, semoga dia cepat sadar dan cepat pulih" Kata Risa lagi
Bintang hanya mengangguk sebagai jawaban, "Udah Bintang, bobo sana udah malam, besok kita jenguk Matahari sama-sama ya"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.