CHAPTER 15

821 47 2
                                        

SPOILER STORY

*

*

*

"Kau pikir kau sudah hebat dengan meninggikan suaramu padaku? Di mana letak sopan santunmu!"

"Apa saya harus terus bersujud bahkan ketika saya tidak lagi menerima kebaikan anda?" Aku mengusap air mata yang perlahan jatuh, mataku yang merah mulai terasa perih. Tepat di belakang Tante Vien ada wanita yang aku cintai, berdiri dengan gusar dengan tatapan yang penuh pertanyaan. Aku tersenyum getir ketika lagi-lagi aku melihat sekeliling meja makan yang dipenuhi makanan mahal, orang-orang berdasi dan pakaian yang tentu saja gaji ku 5 bulan ku tidak sanggup membelinya. Mata mereka seperti mengintimidasi, penuh hinaan dan cacian.

"Sadar posisimu anak miskin! Aku banyak menghabiskan uang hanya untuk mendidikmu agar menurut padaku. Dengan semua janji yang telah kita sepakati."

"Tidak boleh mengulah, tidak boleh mencintai Bianca, tidak boleh membuat Bianca nyaman dan hanya boleh berteman tanpa makna." Aku tertawa dengan begitu keras hingga orang-orang yang berada di luar ruangan vip restoran itu ikut melirik. Menertawakan janji-janji yang dulu pernah kami sepakati.

*

*

*

BACA FULL VERSION DI
KARYAKARSA.
LINK ADA DI PROFIL

COMPLICATED  [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang