CHAPTER 16

509 44 5
                                    

SPOILER STORY

*

*

*

"Zesyu? Kau mau aku bawa ke Rumah Sakit?" Kedua tangannya menyentuh pipi ku, meminta ku untuk menegakkan wajah dan menatapnya. Sentuhan tangannya yang lembut membuat ku tanpa sadar menyentuh tangannya yang ada di pipi ku.

Bibirnya yang mereka membuat ku gusar, matanya yang indah membuat ku tenggelam ke dasar pandangannya. Aku tidak tahu apa yang aku lakukan, tapi tanpa aku minta tiba-tiba bibir ku menyentuh bibirnya yang lembut. Aku merasakan dia diam tanpa perlawanan, dan bodohnya aku, memaksanya untuk membalas ciuman ku. Saat bibirnya berada di bibir ku rasa kehampaan pada diriku tiba-tiba hilang, yang ada hanya ketenangan seolah dunia milik kami berdua.

Ciuman yang tenang, lembut dan instens. Intensitas diriku melemah seakan tidak berdaya, bibirnya terbuka untuk membalas ciuman ku yang semakin membutuhkan. Tiba-tiba aku merasakan kehangatan menjalar di seluruh tubuhku saat jemarinya membelai kedua pipi ku, kesadaran mengambil ahli di waktu yang tepat.

*

*

*

COMPLICATED  [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang