Pukul 19.00, keduanya baru terbangun dari tidur. Permainan panas beberapa jam sebelumnya membuat tubuh Singto terasa sedikit remuk, namun Krist memaksanya agar segera bangun.
Mereka harus bersiap, karena malam ini mereka akan menghadiri pesta pernikahan teman kuliah Krist.
Setelah selesai berpakaian, Krist dan Singto berdiri di depan cermin, mengamati penampilan mereka.
"Kamu sangat cantik," puji Krist sambil menatap Singto penuh cinta.
Singto menatap pantulan dirinya di cermin, ia merasa terpukau. Ia bahkan tak menyangka akan memakai pakaian serapi ini, dia terlihat jauh lebih baik dari biasanya.
Krist mendekatkan wajahnya dan menggigit pipi bulat Singto hingga membuat Singto cemberut menjauhkan wajahnya dari Krist sambil mengusap pipinya.
"Sakit, Phi," lirih Singto.
"Pipi bulat mu sangat menggemaskan," ucap Krist.
Singto berdecak kesal mendengarnya.
"Apa kamu siap, sayang?"
"Ya," ucap Singto.
Krist menggandeng tangan Singto, lalu mengajaknya keluar kamar.
Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu hampir 1 jam, mereka akhirnya tiba di tempat pesta berlangsung.
Singto menatap kagum ke sekeliling. Apalagi, semua orang di sana mengenakan pakaian yang sangat rapi. "Apakah begini rasanya berada di tengah-tengah orang kaya?" batinnya. Singto bahkan tak pernah bermimpi akan berada di posisi ini sebelumnya.
Krist merengkuh pinggang Singto membawanya masuk ke dalam gedung.
"Wow... Wow... Wow... Apa aku tak salah lihat?" Ucap Off saat melihat kedatangan Krist dan Singto.
Singto menepis tangan Krist agar melepas pinggangnya, dia benar-benar malu sekarang.
"Jelaskan?" tanya Newwie sambil menatap Krist dan Singto bergantian.
"Singto kekasihku," jawab Krist dengan nada bangga.
"Benarkah!?" Ucap semua orang yang ada disana.
Wajah Singto memerah mendengarnya, dia benar-benar malu sekarang. Kenapa dia harus berada di situasi ini.
"Pesona Singto memang luar biasa. Aku sudah sangat yakin kamu akan jatuh cinta padanya," ucap Gun.
"Selamat, Krist," goda Tay sambil menepuk-nepuk pundak Krist.
"Selamat, Sing. Apa tadi ada pergulatan panas sebelum ke sini?" Goda Newwie sehingga membuat wajah Singto memerah mendengarnya.
"Kamu bisa melihat sendiri, New," bisik Gun sambil terkekeh kecil.
"Dimana Patrick?" tanya Krist, mengalihkan pembicaraan. Dia hanya tak mau teman-temannya terus menggoda Singto, Krist takut Singto merasa tak nyaman.
"Di sana," jawab Off sembari menunjuk keberadaan sang pemilik acara.
Krist menggandeng tangan Singto membawanya menghampiri Patrick.
"Selamat atas pernikahanmu," ucap Krist kepada Patrick.
Patrick tersenyum lebar mendengarnya. "Terima kasih sudah datang, Krist. Siapa pria cantik di sampingmu ini?"
"Dia kekasihku," jawab Krist
"Wow, akhirnya kamu move on darinya." ucap Patrick sembari mengedipkan satu mata penuh makna.
Krist hanya tersenyum menanggapinya kemudian membawa Singto pergi menghampiri teman-temannya lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crazy CEO
FanfictionKrist Perawat seorang pebisnis handal, memiliki kekayaan yang mungkin tak akan habis 7 turunan, memiliki wajah yang begitu tampan bak seorang pangeran, banyak wanita maupun pria berusaha untuk mengejar cintanya namun hatinya telah tertutup rapat ole...
