Natt sepertinya belum menyerah juga untuk mendekati singto, dia sering mengajak singto untuk makan siang bersama di saat jam istirahat namun singto selalu menolak dengan lembut takut itu akan menyakiti perasaan natt nanti.
Singto tak tahu kenapa, tapi dia merasa tak nyman berteman dengan natt, belum lagi sang kekasih sering cemburu tak jelas saat melihat mereka bersama walau sebenarnya mereka hanya mengobrol ringan.
Saat ini singto tengah membersihkan toilet dengan di bantu oleh natt tentunya, karna natt mengaku tak ada yang mau berteman dengan dirinya.
"Kepala ku tiba-tiba pusing" keluh singto membuat natt menatap khawatir padanya.
"Apa kamu sudah sarapan?" Tanya natt.
"Ya, sudah. Tapi aku memuntahkannya lagi tadi"
"Kenapa di muntahkan? Apa kamu merasa baik-baik saja?"
"Sekarang tidak" ucap singto sembari memegang kepalanya yang terasa pusing.
Bau toilet semakin menyengat di hidung singto, dia merasa ingin muntah sekarang. Hampir saja singto tumbang, beruntung natt memegang pinggang singto membuat singto tak terjatuh ke lantai.
"Apa yang terjadi padanya?" Suara dingin seorang pria terdengar oleh mereka berdua.
Singto melihat sang kekasih berjalan ke arah mereka, ia langsung melepas tangan natt agar melepas dirinya kemudian berjalan tertatih menghampiri krist.
"Phi krist, kepala ku pusing" ucap singto, sesekali ia juga seperti ingin muntah.
Krist langsung menggendong singto dan membawa singto pergi dari sana meninggalkan natt sendiri.
"Kenapa dia?" Tanya patt yang baru saja datang dan kebetulan ia melihat semuanya tadi.
"Entahlah, singto mengeluh pusing" ucap natt.
"Cih... Dasar pria manja. Kenapa kamu tak memanfaatkan situasi tadi? Bawa dia ke gudang lalu perkosa!" Ucap patt.
"Aku tak sejahat itu, patt" ucap natt.
Sedangkan di tempat lain saat ini, singto tengah di periksa oleh seorang dokter, ia terbaring lemas di sofa ruangan krist.
"Sepertinya aku menemukan kelainan darinya" ucap dokter tersebut.
"Apa!? Dia sakit apa?" Tanya krist.
"Tidak, tidak... Dia tak sakit... Hanya saja... Aku merasa dia sedang hamil" ucap dokter.
"Hamil, dok? Dia pria... Tak mungkin hamil" ucap krist tak percaya.
"Entahlah, kita harus ke rumah sakit untuk memastikan apakah dugaan ku benar atau salah" ucap dokter.
***
Saat tiba di rumah sakit, singto langsung di periksa dan dugaan dokter tadi benar jika singto hamil. Entah krist harus bahagia atau menatap singto aneh sekarang. Krist juga tak tega melihatnya, singto terlihat sangat lemas dan sering mengeluh ingin muntah padanya, bahkan singto menangis tadi.
"Apa itu akan aman dan tak berbahaya, aku takut kehamilannya akan berbahaya untuk dirinya sendiri" ucap krist kepada dokter.
"Mungkin ada sedikit resiko kehamilan pada seorang pria hanya saja kita dapat mencegah hal-hal yang tak di inginkan. Jangan membiarkannya bekerja terlalu keras, makan makanan yang bergizi, dan jangan terlalu stress" ucap dokter.
"Bagaimana dengan bayinya nanti, apa akan normal?" Tanya krist.
"Tentu, tuan. Tak ada yang salah dari hubungan pria dan pria, dia hanya sedikit istimewa dari pria lainnya. Tak perlu mengkhawatirkan itu" ucap dokter.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crazy CEO
FanfictionKrist Perawat seorang pebisnis handal, memiliki kekayaan yang mungkin tak akan habis 7 turunan, memiliki wajah yang begitu tampan bak seorang pangeran, banyak wanita maupun pria berusaha untuk mengejar cintanya namun hatinya telah tertutup rapat ole...
