Hari yang sangat di tunggu telah tiba, hari ini jadwal singto melakukan operasi melahirkan tiga bayi kembarnya.
Singto sudah masuk rumah sakit sejak kemarin dan hari ini dia akan melakukan operasi, krist dengan setia menemani singto di ruangannya, itu sebabnya ia bekerja keras beberapa hari ini menyelesaikan pekerjaannya agar ia bisa menemani sang suami.
Beberapa dokter dan suster datang, mereka mulai membawa ranjang singto ke ruang operasi.
"Phi, aku takut" ucap singto, sembari menggenggam tangan krist, wajahnya juga terlihat sangat pucat.
"Semua akan baik-baik saja, sayang" ucap krist.
Suasana dingin mulai menyelimuti tubuh mereka saat mereka memasuki ruang operasi.
Sang dokter mulai melakukan langkah awal untuk melakukan operasi termasuk menyuntik singto dengan obat bius.
"Jangan tinggalkan aku" gumam singto, setelah itu ia langsung memejamkan matanya karna merasa sangat ngantuk.
Krist mengecup kening singto setelah singto tak sadarkan diri, itu akibat suntikan bius dari sang dokter tadi agar singto tak terlalu takut.
"Oweekk... Owekk... Owekkk..." Terdengar suara tangisan bayi melengking membuat krist langsung menoleh ke arah dokter, satu bayinya berhasil keluar, krist tersenyum senang melihatnya, ia bahkan menangis bahagia sekarang, beberapa menit setelahnya satu bayi lagi keluar dan seperkian detik setelahnya satu bayi keluar lagi.
Operasi berjalan dengan lancar, krist tersenyum bahagia melihat tiga bayinya sudah tidur di dalam box bayi.
"Terima kasih untuk tiga bayi lucu itu sayang" bisik krist kepada singto, walau krist yakin singto tak mungkin mendengarnya.
Krist mengecup kening singto dengan lembut dan penuh cinta, setelah itu baru sang dokter membawa ranjang singto keluar dari ruang operasi.
****
Singto membuka matanya setelah beberapa jam tak sadarkan diri, ia meringis kecil saat merasakan perutnya terasa sakit.
"Phi krist" lirih singto membuat krist langsung menoleh ke arah sang suami.
"Sayang, kamu sudah bangun?" Ucap krist bahagia, krist sempat khawatir karna singto belum bangun setelah beberapa jam selesai melakukan operasi, itu sebabnya ia benar-benar bahagia sekarang.
"Dimana anak kita?" Tanya singto.
"Ada di ruang bayi bersama kakek dan neneknya" ucap krist sembari mengusap pipi singto dengan lembut.
"Apa mereka lucu?" Tanya singto lagi.
"Tentu saja, mereka semua lucu dan menggemaskan sama seperti mu" ucap krist.
Pintu ruangan terbuka, satu orang suster masuk dengan membawa box bayi yang sedikit besar berisi tiga bayi milik mereka dengan di susul dari belakang oleh kedua orang tua mereka.
"Dua bayi laki-laki dan satu bayi perempuan. Kebahagiaan ku terasa lengkap sekarang" ucap krist sembari melihat anaknya.
"Siapa nama mereka, phi?" Tanya singto.
"Disen, daniel dan clara" ucap krist.
Singto tersenyum senang mendengarnya kemudian menatap tiga anaknya yang masih betah terlelap.
"Apa ada yang sakit, sing?" Tanya mama krist.
"Tidak ada, ma" ucap singto pada mertuanya.
"Papa minta maaf tak bisa terlalu lama di sini, papa ada janji bertemu klien sekarang" ucap papa krist.
"Aku mengerti, pa" ucap singto.
"Mama dan papa pulang dulu, krist" ucap mama dan papa krist kemudian mereka beranjak pergi dari sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crazy CEO
FanfictionKrist Perawat seorang pebisnis handal, memiliki kekayaan yang mungkin tak akan habis 7 turunan, memiliki wajah yang begitu tampan bak seorang pangeran, banyak wanita maupun pria berusaha untuk mengejar cintanya namun hatinya telah tertutup rapat ole...
