21

1K 165 79
                                        

Btw, Alice x Lisa is backkkk!!!

.
.
.

Hilang akal. Hanya itu yang bisa Chaeyoung katakan pada dirinya sendiri. Dia masih tak percaya bahwa kemarin begitu Lisa mengatakan bahwa Lisa ingin memiliki seseorang, kesepian karena sudah dua tahun tak pernah menyentuh seseorang, dia menawarkan diri.

Tak hanya itu, dia juga mengatakan bahwa dia suka pada Lisa.

Sebenarnya apa yang dia pikirkan? Chaeyoung tak percaya dia bahkan mengatakan itu pada Lisa di saat dia pun memiliki pacar.

Tapi, tentu saja. Chaeyoung terdiam sepanjang malam memikirkan apa yang sudah dia katakan, sesuatu yang tidak bisa dia tarik kembali.

Dia menyukai Lisa. Jika pikiran itu akan menakutkan dan membuatnya panik, ternyata Chaeyoung salah. Perasaannya tidak memberontak, itulah yang justru mengganggunya.

Perasaan tenang ini rasanya malah aneh. Jadi, selama ini kecemburuannya karena dia menyukai Lisa? Dia menyukai seorang wanita?

Chaeyoung sungguh kehilangan akalnya. Tak bisa berpikir sampai di hari berikutnya, keluarganya datang ke rumahnya.

Tepat saat Lisa dengan rutinitasnya datang untuk mengecek keadaan Chaeyoung. Hal itu mengejutkan Alice dan keluarganya yang lain, lantaran mereka tak tahu kedekatan Lisa dan Chaeyoung saat ini.

Alice lebih dulu datang menghampiri Lisa dengan kegembiraan luar biasa, Chaeyoung hanya bisa melihat dari belakang.

"Lisa! Kau datang ke sini?" Tanya Alice tak percaya.

"Alice!" Lisa memekik senang kemudian mendekap tubuh kakak dari Chaeyoung itu dengan erat.

"Astaga, sudah lama aku tidak bertemu denganmu. Apa kabar?" Tanya Alice, terkikik lucu merasakan rambut Lisa menggelitik wajahnya.

"Baik, cukup sibuk di studio. Tapi sangat baik." Ujar Lisa dengan nada riang.

Mendengar nada suara Lisa yang jauh berbeda dari terakhir kali dia melihatnya, Alice pun segera melepaskan pelukan Lisa. Dia memperhatikan wajah Lisa mulai kembali cerah, dia mengangkat sebelah alisnya.

Lisa hanya terkekeh, yang juga mengejutkan Alice mengingat gadis itu jarang mengeluarkan tawa, sekecil apapun.

Mengabaikan kebingungan Alice, Lisa pun masuk untuk menyapa Papa Mason dan Mama Clare. Sementara Alice mengikuti Lisa dari belakang, mencoba memegang tangan Lisa, mencari perhatian gadis itu.

Chaeyoung memperhatikan dengan wajah tak suka. Lagi-lagi perasaan kesal muncul setiap dia melihat Lisa dengan kakaknya. Tapi kini dia tahu mengapa dia bersikap seperti itu.

Karena dia menyukai Lisa.

"Lisa, aku dengar kau mengurus Chaeyoung selama dia sakit. Terima kasih, nak." Ujar Clare dengan antusias menarik Lisa ke dalam pelukannya.

"Tunggu, Lisa mengurus Chaeyoung? Tapi kenapa?" Tanya Alice dari belakang, kini dialah yang tidak tahu apa-apa.

Lisa berbalik, menyeringai pada Alice setelah memberi pelukan hangat pada Clare.

"Aku teman adikmu, Alice. Wajar jika aku mengurusnya." Ujar Lisa dalam keadaan tenang.

"Alice, jangan ganggu Lisa. Kemarilah, beri aku pelukan juga." Papa Mason menghalangi pandangan Alice untuk merebut pelukan Lisa dengan lembut.

"Kau menemaninya sampai malam?" Tanya Alice kini berputar ke sisi Lisa.

"Tidak, Alice. Biasanya malam Jaehyun akan datang menjaganya. Lagipula, aku ada pemotretan setiap malam." Ujar Lisa.

Memorié || CHAELISA ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang