Happy reading!
....
Sekarang Alfan sudah sampai di tempat tujuannya, yaitu rumah pohon yang berdekatan dengan hutan. Perlahan motor yang tadinya dikendarai, diparkirkan. Kakinya berjalan mendekati rumah pohon dan memanjatnya. Tidak lupa membawa bolu yang dirinya bungkus untuk Gerald dan Emanuel.
Kakinya melangkah masuk dan menyapa sang sahabat. Alfan melangkah ke kursi yang tersedia didalam rumah pohon. Bulunya ia letakkan dihadapan Manu dan Gerald.
“Nih bunda gue buat bolu coklat, kalian mau makan ga?”
Gerlad dan Manu berkedip beberapa kali sebelum merespon ucapan Alfan.
2 menit kemudian...
Alfan tak kunjung mendapat respon dari kedua curutnya itupun sedikit jengkel.
“Kalau gak mau bilang.” Gerald dan Manu masih diam.
Tangan kanannya mulai menyingkirkan kotak yang berisikan bolu dan hal tersebut langsung dihentikan oleh Manu.
“Gue mau!” semangat Manu.
“Kelamaan lo, oh ya gue mau tanya sesuatu sama kalian.” Ucap Alfan pada Gerlad dan Manu.
Tangannya mulai merogoh saku guna mengambil handphone, dan beralih menunjukkan foto yang dirinya temukan tadi.
“Kalian kenal perempuan ini ga?” Tanya Alfan.
Gerlad dan Manu saling memandang dan keduanya menatap Alfan heran. “Perasaan lu kagak hilang ingatan bro?”
“Angelina, mantan lo.” sahut Gerald to the point.
Alfan berkedip pelan sembari menatap kaget ke Gerald dan Manu. “Lo masih belum move on?”
Matanya menatap Manu yang sedikit tidak menyukai saat dirinya menunjukkan foto Angelina. “Ikhlasin dia Al.”
Kini Alfan menatap Gerlad lagi dengan tatapan heran. “Ikhlas?”
“Kenapa? Masih belum sadar? Dia udah mati dua tahun lalu, bisa ga sih lo lupain dia? Lo ga mikirin perasaan si Zeever apa? Punya otak dipake tolol.” marah Manu.
“Apasih njing gue gak ngerti.” gumam Alfan yang tidak bisa didengar Gerald maupun Manu. Kepalanya menunduk pelan dan menatap foto wanita yang ada di handphone miliknya.
“Hubungan gue sama Zeever apa?” dia bertanya dengan sungguh-sungguh.
“Pake nanya lagi.” jawab Manu menghiraukan tatapan sinis Alfan.
“Kalian ngejalin hubungan kekasih sejak awal kelas XI.” ucap Gerald dengan tenang, tangan kanannya mengambil bolu buatan bunda Alfan dan memakannya.
Alfan hanya mengangguk paham. Manu yang melihat sikap Alfan pun merasa sedikit aneh. Dia bertanya tanya apa yang terjadi pada Alfan.
“Tumben lo ngangguk doang.” Manu berucap dan mengambil bolu coklat.
Sebelum Manu memakannya Alfan bertanya. “Maksud lo?”
“Biasanya lo bakal marah kalau kita bilang Zeever itu pacar lo, karena dari dulu lo gapernah suka sama dia.” ucap manu enteng menghiraukan ekspresi Alfan, dirinya dan Gerald asik dengan bolu buatan rumah.
“Terus kenapa gue pacarin su.”
Manu menjawab. “Sa su sa su ya mana gue tau goblok.”
“Kalau gasuka putusin aja, kasian dia Al.” ujar Gerlad.
Alfan mengangguk mengerti. “Nanti gue putusin selepas pulang dari sini.”
“Gerald bisa ceritain sedikit tentang Zeever? Jujur gue rada lupa tentang orang itu sejak gue bangun dari rumah sakit.” ujar Alfan dengan nada bicara seperti memohon.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Of Ketos [BL]
Short StoryKisah ini menceritakan seorang siswi SMA bernama Liora Angelica Mahes yang jiwanya tersesat ke tubuh seorang Ketos. Sebelumnya memang Liora mengalami kecelakaan saat mengikuti tawuran sekolah. Tetapi ia tidak menyangka bahwa setelah kejadian itu jiw...
![Transmigrasi Of Ketos [BL]](https://img.wattpad.com/cover/293146517-64-k332797.jpg)