Happy reading!
...
Memberikan bekal ke dua adiknya sudah selesai, sekarang Alfan berjalan menuju kelasnya sendiri. Waktu bel berbunyi kurang 5 menit lagi, mempercepat jalannya untuk ke kelas dan duduk di tempat duduknya. Kedua matanya melirik kedua sahabat yang sedang menidurkan kepala mereka diatas meja. Alfan menghampiri keduanya dan membangunkan mereka karena sebentar lagi bel masuk.
Pelajaran pun dimulai dengan sangat tenang, dalam kelas hanya ada suara guru yang menerangkan. Murid murid dengan sungguh sungguh mendengar dan menyimak tentang materi yang dijelaskan di depan papan tulis. Sesekali mereka disuruh maju ke depan untuk menjawab soal. Hingga bel istirahat berbunyi baru mereka membereskan buku buku yang berserakan dimeja masing-masing.
Semua murid berbondong-bondong keluar dari kelas, dan pergi menuju kantin sekolah.
Di kelas XI IPA-2.
Dafi, pemuda itu membereskan buku-bukunya kala mendengar bel istirahat. Dirinya berniat untuk tidak pergi ke kantin karena sudah memiliki bekal. Semua teman sekelasnya sudah keluar hingga menyisakan dirinya dan ketiga murid baru.
Dafi tidak memperdulikan mereka bertiga, dia hanya fokus pada bekal dan air putih dihadapannya. Saat ingin membuka bekal buatan kakaknya tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya.
“Hei kamu!” seru salah satu siswi baru.
Siswi itu menarik bangku sembarang untuk bisa duduk disamping Dafi. “Namanya siapa? kamu boleh panggil aku Festa.”
Dafi mengangguk. “Dafi.”
Festa yang mendengar itu pun tersenyum manis. “Salam kenal, oh iya Dafi kenal sama orang yang ngasihin bekal tadi?”
Dafi mengangguk lagi. "Kak Alfan, kakak gue."
“Ohh kakaknya Dafi, Festa boleh minta nomor teleponnya ga?” tanya Festa diiringi ekspresi cengengesannya.
“Gue gapunya nomor dia, sorry.” jawab Dafi.
“Yah.. yaudah deh gak papa, tapi kalau Festa minta nomor teleponnya Dafi boleh? Jadi nanti kalau Dafi udah punya nomornya kak Alfan Festa bisa minta deh.”
“Handphone lo?” tanya Dafi lalu Festa memberikan handphone miliknya ke Dafi.
Dafi pun mulai mengetikkan nomor teleponnya dan menyimpannya. Kemudian ia mengembalikan handphone itu kepada pemiliknya.
“Makasih Dafi.” Festa tersenyum senang.
Dafi hanya mengangguk lalu kedua tangannya membuka kotak bekalnya. Dapat Dafi lihat beberapa lauk tersusun rapi didalam kotak bekal berwarna putih itu. Matanya berbinar ingin cepat cepat memakannya.
“Fiesta kita berdua ke kantin dulu ya!” ujar kedua teman Festa yaitu Qiora dan Aquila.
Festa mengangguk. “Yaa!”
Dafi melirik Festa yang berjalan ke bangkunya sendiri dan bertanya. “Lo ga ke kantin?”
“Tada.. Festa juga bawa bekal dari rumah.” ujar Festa mengeluarkan bekal dari tasnya dan menghampiri Dafi lagi.
Gadis itu meletakkan kotak bekalnya di samping Dafi.
“Makan bareng boleh kan?” tanya Festa dan diangguki Dafi.
Festa membuka pelan bekalnya dan menatap binar roti roti yang sama sama tersusun rapi. Keduanya dengan gembira memakan bekal masing-masing.
“Kak Alfan orangnya baik ya.” kata Festa disela makannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Of Ketos [BL]
Short StoryKisah ini menceritakan seorang siswi SMA bernama Liora Angelica Mahes yang jiwanya tersesat ke tubuh seorang Ketos. Sebelumnya memang Liora mengalami kecelakaan saat mengikuti tawuran sekolah. Tetapi ia tidak menyangka bahwa setelah kejadian itu jiw...
![Transmigrasi Of Ketos [BL]](https://img.wattpad.com/cover/293146517-64-k332797.jpg)