Happy reading!
...
Setelah menempuh satu jam perjalanan akhirnya mereka berdua sampai di apartemen Alfan. Alfan perlahan memarkirkan mobilnya dan beranjak dari tempat duduknya guna membukakan pintu mobil untuk Zeever. Sedangkan Zeever lagi-lagi menatap tidak percaya apa yang pemuda didepannya lakukan. Mereka berdua perlahan masuk kedalam apartemen yang cukup besar tersebut.
Zeever sempat terpesona dengan kerapian apartemen milik kekasihnya.
"Selamat datang di rumah." ujar Alfan dengan lembut.
Zeever menatap ragu Alfan. "Beneran Zee nginep disini?"
Alfan mengangguk antusias. "Tentu saja, hanya ada kita berdua."
"Bagaimana dengan keluarga Dannes? mereka gak khawatir kalau Dannes gak pulang ke rumah?" tanya Zeever.
"Enggak, kamu lapar gak? ingin makan bersama?" tanya Alfan mencoba mengalihkan perhatian Zeever. Zeever menggeleng dirinya tidak lapar sama sekali.
Melihat penolakan dari sang kekasih pun membuat Alfan sedikit bingung. "Bagaimana kalau makan buah? tadi aku sempet beli pas mau ke rumah sakit, kamu mau makan sekarang?"
Mendengar hal itu Zeever mengangguk pelan. "Zee mau apel."
"Oke sebentar aku ambilin." Ujar Alfan.
Kakinya berlari kecil untuk mengambil buah buahan yang masih ada di dalam mobil. Alfan pergi ke dapur untuk mengambil pisau guna mengupas kulit dari buah yang akan dimakan Zeever. Perlahan dirinya mulai menguliti buah apel dan setelahnya ia potong kecil-kecil agar mudah di kunyah Zeever. Menatanya rapih di atas piring dan diberikan ke Zeever untuk dimakan.
Zeever yang tadinya hanya duduk diam di ruang tv dengan senang hati memakan buah yang sudah di kupas oleh sang kekasih. Sudah lama dirinya tidak pernah memakan buah. Saat berada di rumah sakit, makanan hanyalah bubur hambar dan cairan yang tidak pernah terasa enak. Dan untuk pertama kalinya saat ia keluar dari Rumah Sakit dirinya disambut dengan rasa manis dari buah apel.
Kini, potongan apel di depannya bukan hanya terasa manis di lidah, tapi juga seperti manisnya perhatian pertama yang ia rasakan sejak lama.
Ah ingin rasanya Zeever menghentikan waktu. "Apelnya manis banget Dannes mau? Aaaaaa."
"Buat aku?" Tanya Alfan sembari menunjuk dirinya.
Zeever mengangguk dengan semangat. "Buka mulutnya, aaa.."
Alfan menggeleng pelan. "Kamu makan aja."
"Dannes harus nyicipin juga, manis banget ini Zee ga bohong." Ucap Zee meyakinkan.
"Makan ga kalau gamau Zee marah." Ucap Zee sekali lagi sedikit mengancam.
"Aaaa."
Zeever menyuapi Alfan dengan nada pesawat. Dengan senang hati Alfan pun menyambut suapan itu dan tersenyum tulus. Sungguh lucu sekali manusia dihadapan nya ini.
Deg
Untuk pertama kalinya bagi Zeever melihat Alfan tersenyum pada dirinya. Senyuman yang begitu manis dan hangat, membuat Zeever sesaat merasa seperti itu adalah mimpi yang ingin ia tahan selamanya. Saat ini Zeever tengah hanyut dalam senyuman manis milik Alfan. Kekasihnya yang selalu dingin dan berbicara kini tampak sepenuh hati ada di sisinya.
"Terpesona ya kamu?" canda Alfan dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi.
Zeever mengangguk malu setelahnya tersenyum manis.
"Iya tampan banget"
Alfan memegang telinga dan menatap Zeever heran. "Ngomong apa tadi ga kedengeran."
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Of Ketos [BL]
Short StoryKisah ini menceritakan seorang siswi SMA bernama Liora Angelica Mahes yang jiwanya tersesat ke tubuh seorang Ketos. Sebelumnya memang Liora mengalami kecelakaan saat mengikuti tawuran sekolah. Tetapi ia tidak menyangka bahwa setelah kejadian itu jiw...
![Transmigrasi Of Ketos [BL]](https://img.wattpad.com/cover/293146517-64-k332797.jpg)