Happy reading!
...
Pukul 17.15
Ting tong.. Ting tong..
Bel pulang berbunyi, semua siswa maupun siswi bersorak senang. Guru dan murid merapikan buku-buku mereka. Dan keluar dari kelas dengan tertib.
"Gimana menurut kalian dua murid tadi?" tanya Alfan kepada kedua temannya.
Mereka bertiga sama-sama sedang berjalan menuju tempat parkir. Karena jam sekolah sudah berakhir, mereka bertiga berniat untuk langsung pulang tanpa mampir kemanapun.
"Cantik si, tapi jujur masih cantikan adek gue." jawab Gerald dengan santai.
"Biasa aja kaya cewe yang lain." ucap Emanuel dengan nada datar.
Alfan menggelengkan kepalanya mendengar jawaban yang dilontarkan kedua temannya itu. "Ada ada aja kalian ini, tapi menurut gue mereka lumayan si."
Alfan yang awalnya terkekeh kini diam saat melihat Emanuel dan Gerald berhenti melangkah. "Lo suka sama salah satu dari mereka ya?"
Ucap selidik dari Emanuel. Gerald yang mendengar ucapan Emanuel pun ikut menatap curiga Alfan. "Serius lo Al?"
"Males banget ladenin kalian berdua kalau udah gini, gue duluan." Alfan menatap malas Emanuel dan Gerald, berjalan meninggalkan mereka yang terdiam.
"Gue salah nanya kah?" tanya Emanuel pada Gerald. Gerald yang ditanya hanya menggeleng tidak tahu.
Tubuh Alfan terus berdiri tegap. Menunggu kehadiran adiknya, Diva yang tidak kunjung datang. Sudah tiga kali Alfan mencoba menghubungi kontak sang adik tetapi nomor teleponya tidak aktif. Namun, secara kebetulan mata coklat Alfan melihat sang adik yang bergandengan tangan dengan seorang lelaki.
Alfan menatap remeh lelaki yang digandeng oleh adiknya. Ingin rasanya ia menendang kepala lelaki itu yang berani bersentuhan dengan adiknya. Tetapi Alfan memilih untuk memperhatikan dari jauh. Dirinya beralih menatap handphone kala melihat Diva yang mendekat ke arahnya.
"Kakak." teriak Diva dari jauh sembari berlari kecil dan melambai-lambaikan tangannya.
Alfan tersenyum dan membalas lambaian tangan Diva. "Kakak nunggu lama ya? maaf Diva nunggu orang dulu tadi."
Diva mengambil helm dan memakainya. "Ayo pulang."
Alfan mengangguk dan memakai helmnya. Perlahan ia menyalakan motor dan membantu adiknya untuk naik. Dia mulai menjauh dari bangunan besar SMA Cendrawasih. Dalam pikiran Alfan sekarang hanya ada kasur dan makanan.
Setelah mengantarkan Diva ke rumah dengan selamat. Alfan langsung berjalan menuju kamarnya untuk ganti baju dan mengistirahatkan tubuhnya sejenak. Tubuhnya sangat lelah untuk hari ini, matanya ingin ia tutup sejenak. Tetapi sebelum itu terjadi sebuah getaran dari handphonenya berbunyi.
Drtt.. drtt.. drtt
Jarinya menggulir tanda hijau yang tertera dilayar. Seseorang menelepon dirinya? Alfan tidak tahu, karena itu merupakan nomor tidak dikenal. Alfan hanya acuh dan mengangkatnya.
"Halo?"
"Halo, Selamat sore Alfan."
Suara wanita mengalun ditelinganya. Ada rasa penasaran dihatinya, mungkinkah seseorang ini mengenal Alfan.
"Saya Susi, perawat dari Rumah Sakit Flyn. Sebelumnya saya meminta maaf jika mengganggu waktu anda, saya sudah mengirimkan banyak pesan tetapi anda tidak kunjung membalas jadi saya menelepon."
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Of Ketos [BL]
Truyện ngắnKisah ini menceritakan seorang siswi SMA bernama Liora Angelica Mahes yang jiwanya tersesat ke tubuh seorang Ketos. Sebelumnya memang Liora mengalami kecelakaan saat mengikuti tawuran sekolah. Tetapi ia tidak menyangka bahwa setelah kejadian itu jiw...
![Transmigrasi Of Ketos [BL]](https://img.wattpad.com/cover/293146517-64-k332797.jpg)