Kisah ini menceritakan seorang siswi SMA bernama Liora Angelica Mahes yang jiwanya tersesat ke tubuh seorang Ketos. Sebelumnya memang Liora mengalami kecelakaan saat mengikuti tawuran sekolah. Tetapi ia tidak menyangka bahwa setelah kejadian itu jiw...
Yelo tersenyum puas menatap layar ponselnya. Foto Fariz yang tengah tertidur di UKS berhasil ia dapatkan. Jari-jarinya dengan lincah mengetik caption untuk unggahan story di Instagram.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"My future boyfriend is sleeping. So cute! 💕"
Matanya berbinar membayangkan komentar teman-temannya. Ia yakin banyak yang akan iri padanya. Setelah memastikan unggahannya sempurna, Yelo menekan tombol posting dan memasukkan ponselnya ke saku.
Namun tanpa sepengetahuannya, sepasang mata memperhatikan dari sudut ruangan.
"Lama-lama enek gue lihatnya." gumam Icha pelan. Gadis berambut pendek itu menggelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya. Sudah terlalu sering ia melihat Yelo menampilkan dua sisi berbeda. Di depan Fariz dan teman-temannya, Yelo selalu bersikap manis dan polos. Tapi di belakang, sikapnya berubah drastis.
Icha masih ingat jelas bagaimana Yelo dengan sengaja menjatuhkan minuman ke baju Diva minggu lalu, lalu berpura-pura tidak sengaja. Atau ketika Yelo menyebarkan rumor tentang Diva yang katanya sering menggoda pacar teman-temannya.
"Sampai kapan lo bakal begini? gue udah usaha berhenti." bisik Icha pada diri sendiri.
***
Sementara itu di kantin, Diva duduk sendirian sembari memainkan sedotan minumannya. Matanya sesekali melirik ke meja tempat kakak-kakaknya berkumpul. Ada rasa rindu yang tak bisa dijelaskan, terutama pada Dafi kembarannya. Dulu mereka begitu dekat, tapi entah sejak bertemu Yelo semuanya berubah.
"Sendirian aja."
Suara berat itu membuat Diva mendongak. Fariz berdiri di hadapannya dengan nampan berisi makanan.
Fariz mendengus pelan sebelum meletakkan nampannya dan duduk di hadapan Diva. "Bangku lain penuh."
"Tuh kursi sebelah Dafi kosong." Diva kembali menunduk, menyeruput minumannya perlahan.
Keheningan canggung menyelimuti mereka selama beberapa saat. Diva mencuri pandang ke arah Fariz yang sedang menyantap makanannya. Entah mengapa, akhir-akhir ini Fariz terlihat berbeda. Tidak ada tatapan sinis atau kata-kata pedas yang biasa dilontarkan padanya.
"Kenapa lihat-lihat? Naksir ya?" goda Fariz tiba-tiba, membuat Diva tersedak minumannya.
"Harusnya gausah nanya si, basi banget sial." balas Diva sambil mengelap mulutnya.
Fariz hanya tersenyum tipis. Sangat tipis hingga hampir tidak terlihat. Tapi Diva melihatnya, dan entah mengapa jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.
"Pipi lo merah," kata Fariz, semakin menggoda. "Beneran naksir ya?"
"Berisik, kenapa lo ga jauhin gue kaya biasanya aja si? gelisah banget gue lihat lo begini." Diva berdiri dengan wajah memerah, bersiap meninggalkan meja. Namun sebelum ia melangkah pergi, matanya menangkap sosok Yelo yang berjalan mendekat.