8.

3.3K 206 7
                                        

Happy reading!
...

Keesokan harinya.

Pagi pukul 04 .30 terlihat pemuda yang sedang berkutat dengan sebuah handphone. Perlahan Alfan bangun dari tempat tidurnya dan mulai mandi. Selesai mandi dia mulai menyiapkan buku untuk pelajaran hari ini. Tidak lupa juga untuk membersihkan kamar agar terlihat nyaman. Dirasa sudah siap Alfan turun dan mulai memasak untuk dirinya sarapan, ia juga membuatkan bekal untuk adik-adik.

Asik dengan memasak tiba-tiba handphone milik Alfan bergetar. Membuat pemuda itu mengalihkan perhatiannya ke handphone. Melihat jika kepala sekolah meneleponnya ia segara mengecilkan api kompor dan mulai mengangkat telepon.

“Selamat pagi pak?” sapa Alfan.

“Pagi, maaf mengganggu waktunya nak Alfan bapak mau memberitahu kamu nanti ada 3 murid pindahan. Bapak minta tolong kamu arahkan mereka, bapak hari ini tidak bisa hadir ke sekolah.”

“Baik pak.” jawab Alfan.

“Mereka masuk di class XI IPA-2, terima kasih ya nak.”

“Iya pak.” jawab Alfan kemudian telepon pun dimatikan.

“Sekelas sama Dafi ya..” gumam Alfan lalu melanjutkan kegiatan memasaknya.

Alfan membuat dua bekal, tadinya dia berniat untuk membuat 3 bekal. Satu untuk Diva, satu untuk Dafi dan satunya lagi untuk Zeever. Tapi dia tidak yakin untuk memberikan bekal pada orang yang belum pernah ia temui jadi dia hanya membuat bekal untuk kedua adiknya.

 Tapi dia tidak yakin untuk memberikan bekal pada orang yang belum pernah ia temui jadi dia hanya membuat bekal untuk kedua adiknya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Gambaran bekal Dafi dan Diva.)

Alfan menatap bangga bekal yang ia buat. Dia berharap kedua adiknya menyukainya dan tidak menolaknya. Terutama Dafi, jujur Alfan masih kesal dengan adiknya itu tapi biarlah lupakan saja. Lalu dia mulai memasukan bekal itu ke tas, dan membersihkan dapur. Sebelum ia berangkat dirinya mengunci pintu apartemen.

Mengendarai motor dengan santainya dan menghentikannya di depan rumahnya sendiri. Dia menekan dua kali klakson motornya untuk memberitahu Diva bahwa dirinya sudah sampai. Tidak menunggu waktu lama keluar gadis yang berpakaian rapi sembari membawa helm dan tersenyum manis ke arah Alfan. Alfan yang melihat senyum sang adik pun membalasnya tidak kalah manis.

Diva mendelik ke Alfan. “Gausah manis manis masih pagi.”

Alfan menatap geli Diva dan menunggu adiknya memakai helm. “Maaf deh.”

Diva mengangguk dan mulai menaiki motor sang kakak. “Kakak gak pamit sama Bunda?”

“Diva baju ganti kamu ketinggalan sayang!” panggil Bunda sembari berlari menghampiri sang anak.

Transmigrasi Of Ketos [BL]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang