[1 minggu kemudian]
Sudah satu minggu sejak ritual itu di lakukan,dan selama itu pula Arabella tak kunjung membuka matanya, tidak ada tanda-tanda jika Arabella akan sadarkan diri.
"Bangunlah Arabella ku mohon."ucap Victor dengan sendu.
Menatap gadis yang kini menjadi belahan jiwa nya,gadis yang sekarang begitu di cintai nya terbaring tidak berdaya membuat hati Victor terasa sakit.
"maafkan aku atas luka yang dulu aku berikan kepadamu,kumohon bangun lah."Victor menggenggam tangan Arabella dan mencium tangan mungil itu,sambil menitikkan air mata berharap agar sang istri bangun.
••••
Sementara itu Orion dan yang lain tengah berkumpul di ruangan yang memang di khususkan untuk mereka jika ingin membahas sesuatu yang berkaitan tentang Arabella,ya Arabella benar-benar begitu di Anggap spesial saat ini.
"Sudah satu minggu kenapa Arabella tidak bangun juga ayah?"tanya Adorjan yang juga mulai khawatir akan kondisi sang putri.
"Jiwa Arabella masih membutuhkan waktu untuk kembali ke raga nya kembali,tidak mudah bagi Arabella untuk kembali dalam keadaan jiwa yang masih dipenuhi dendam,dia harus bisa benar-benar menghapus semua dendam nya."
"Ini salah ku,jika dulu aku tidak menyalahkan nya atas kepergian istri ku,Arabella tidak akan menderita seperti ini."sesal Adorjan.
"Aku adalah kakak pertamanya, seharusnya aku bisa menjaga dan melindungi adik perempuan ku satu-satunya tapi aku malah ikut membenci dan menyiksa nya."ucap Alberu.
••~••~••~••
Pagi-pagi sekali kerajaan Lewis mendapatkan surat pernyataan perang dari kerajaan dunia kegelapan.
Kericuhan terjadi banyak yang tidak berani membantu kerajaan Lewis dalam melawan kerajaan dunia kegelapan,namun apa boleh buat wilayah kekuasaan mereka berada dalam kekuasaan Kerajaan Lewis jadi mau tidak mau mereka harus ikut andil dalam peperangan ini.
Mempersiapkan senjata dan juga memperkuat para pasukan adalah hal utama yang mereka lakukan,karena pasti pasukan lawan akan sangat sulit di taklukkan mengingat betapa bringas nya Raja mereka dan dari mana mereka berasal.
"Yang mulia bagaimana dengan adik ku Arabella saat ini dia masih belum sadarkan diri."ucap Marcello.
"Marcello,Bryan,Ryan,kalian bertiga tetap lah disini lindungi istri dan kedua anak ku,jika nanti terjadi sesuatu padaku bawa mereka sejauh mungkin bagaiman pun caranya jangan sampai mereka terluka."
"Baik yang mulia."
"Sebelum pergi aku ingin bertemu Arabella dan kedua anak ku terlebih dahulu."
••••
Ceklek.
Pintu kamar Arabella terbuka,bisa di lihat oleh Victor bahwa istrinya masih terbaring dengan lemah di atas kasur,tak rela rasanya jika harus meninggalkan sang istri dalam keadaan seperti ini,namun apa boleh buat ini juga adalah tugas nya sebagai seorang raja.
"Arabella aku akan pergi berperang,kali ini aku tidak yakin apakah aku akan bisa pulang dengan selamat atau tidak, namun jika aku gugur dalam medan perang ku mohon jangan lupakan aku bagaimanapun sekarang aku adalah suami mu,ingatlah Arabella bahwa aku mencintaimu aku sangat mencintaimu."
Victor melepas kalung yang sangat berharga baginya dan mengalungkan nya pada Arabella.
"Kalung ini aku berikan padamu,jika nanti aku pulang dengan selamat berjanjilah kau akan segera sadar dari tidur panjang mu ini Arabella,aku tau sangat sulit bagimu untuk kembali pada raga mu,namun setidaknya jika bukan untukku bangun lah demi kedua anak kita,baiklah aku akan pergi dan doakan aku Arabella."ucap Victor lalu mencium Arabella.
"Laja ingin kemana?"tanya sang putra,Victor yg mendengar pertanyaan itu dari sang anak langsung berdiri lalu menoleh pada sang putra.
Lalu Victor berjongkok agar tinggi badan nya setara dengan sang putra sambil memegang kedua bahu putranya.
"Ayah akan pergi berperang."jawab Victor.
"Belpelang, apakah aku boleh ikut."ucap putranya dengan polos.
"Tempat itu sangat berbahaya sayang,tunggu kau dewasa dan menjadi raja maka kau akan ku perbolehkan ke medan perang,tapi untuk saat ini ayah ingin kau disini bersama dengan adik mu dan ibu mu oke."
"Benalkah aku boleh ikut belpelang ketika becal nanti?"
"Tentu saja boleh,ketika kau dewasa nanti kau akan menjadi raja yaitu penerus tahta ku,saat itu tiba kau akan bisa ikut berperang karena itu menjadi tugas mu sebagai seorang raja untuk melindungi kerajaan dan para rakyat mu dari para musuh."
"Yeyyyy."putra kecil Arabella terlihat begitu bahagia saat mendengar ucapan dari Victor.
"Sebelum ayah pergi, bolehkan ayah meminta sesuatu?."tanya Victor.
"Apa itu?."
"Berjanjilah lah pada ayah kalau kau akan selalu bersama ibu mu dan juga adik mu,jaga mereka untuk ayah."
"Tentu saja,aku akan melindungi meleka."
"Putra ku yang pintar."Victor memeluk sang putra lalu mencium keningnya.
Setelah itu,Victor berdiri kemudian mengambil sang putri dari gendongan pengasuh putri kecilnya nya itu.
"Ayah akan berusaha kembali dengan selamat nak,doakan ayah."Victor mencium kening putri nya itu,lalu mengembalikan nya pada sang pengasuh.
Kemudian Victor meninggalkan Kamar Arabella,dengan harapan dirinya bisa kembali lagi kesini dengan selamat agar bisa berkumpul kembali dengan keluarga kecilnya.
TBC...
Kira-kira gimana ya kelanjutan hubungan Arabella dan Victor?
Apa ya yang membuat raja dunia kegelapan begitu membenci Victor?
Jangan lupa like and komen ya semua,semoga kalian suka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mencoba Merubah Takdir
Ficción Históricaketika seorang gadis yang terlahir kambali ke 3 tahun sebelum kejadian yang merenggut nyawanya itu,dia berusaha merubah seluruh takdir buruknya itu agar hidup yg di perjuangkan oleh ibunya itu tidak berakhir sia-sia. akankah gadis cantik itu berhas...
