4.DREAM

17 3 0
                                    

-
-

"Yaa! Ini mengerikan!"
Ucap Eunha yang melihat nama Yoongi di urutan ke 15 dari 25 siswa itu.

Sedangkan Yoongi hanya duduk berjongkok di sampingnya. Ia menutupi wajahnya karna tak sanggup melihat namanya yang berada diurutan bawah.

"Sejak kapan kau sebodoh ini?" Ejek Eunha. Semakin lama berteman dengan Yoongi, ia tertular kata-kata yang menohok juga rupanya.

"Diamlah" protesnya

"Haaah...Apa yang akan kau lakukan sekarang?" Eunha ikut duduk berjongkok disampingnya

"Molla... aku tak mau pulang"
Yoongi melipat tangannya, ia tenggelamkan wajahnya. Ia hanya bisa menatap lantai yang dingin itu. Terlalu takut menghadapi kenyataan ini.

"Tak apa... lagipula, ini baru semester pertama" Eunha berusaha menyemangatinya.

"Apa itu kalimat yang pantas diucapkan oleh anak yang memperoleh juara 2?" Sindir Yoongi, entahlah... mendengar Eunha yang menyemangatinya seperti itu membuatnya merasa lebih menyedihkan dari sebelumnya.

"Aigoo.. lagipula kenapa kau terlalu fokus ke basket dan musik tanpa belajar juga?? Apa kau tak bisa belajar sedikitpun? Huh?"

"Kenapa kau malah memarahiku?!"

"Yaa! Lalu aku harus apa huh? Mau berkata apapun, nilai mu tetap saja jelek!"

"Apa kau tak tau nilai ku bisa membuatku mati sekarang?"

"Apa orangtua mu semenyeramkan itu?"

"Eum. Daripada hantu, bahkan aku lebih takut dengan ayahku"

Eunha terkejut, bukankah hantu adalah makhluk terseram di dunia? Pikirnya

Eunha menepuk-nepuk pundak Yoongi.
"Ikutlah les denganku"

"Jangan mengatakan hal yang mustahil"

"Wae? Aku bisa meminta eomma ku untuk les privat di rumah, dan kau bisa ikut"

Ide Eunha terdengar menarik, tapi tentu saja tak akan diterima oleh Yoongi

"Aniyaa.. aku tak ingin melibatkan mu dalam masalahku"

"Kau tak melibatkan ku atas apapun Yoongi yaa, aku hanya membantumu. Kupikir eomma ku tak akan keberatan jika aku membantu mu. Aku akan membujuk eomma ku dengan mengatakan aku tak akan membolos les lagi jika aku les privat bersama Yoongi" jelasnya bersemangat.

Sedangkan Yoongi hanya melirik dengan bombastic side eyes nya, ia tak tertarik sedikitpun.

"Baiklah... tapi pikirkan bantuan ku sekali lagi Yoongi yaa. Kau boleh menerimanya kapanpun"

Yoongi hanya mendengus panjang.
Memikirkan bagaimana caranya untuk bertemu dengan orangtuanya dengan membawa hasil ini.

"Kajja.. ayo pulang"
Eunha berdiri dari duduk jongkoknya. Ia melemaskan kaki-kakinya yang kaku.

"Aku tak ingin pulang"
Yoongi masih termenung sendiri

"Lalu, apa kau ingin tidur disini? Ini sudah jam 5 sore"

"Molla..."

"Haiiss pria ini benar-benar..." Eunha serasa memiliki bayi yang merepotkan sekarang.

"Ku temani kau menemui orangtua mu. Biar ku bantu menjelaskan ke mereka. Aku akan membelamu"

Mendengar tawaran Eunha kali ini, Yoongi sedikit tertarik. Ia menoleh ke arah Eunha dengan puppy eyes nya yang seakan berkata "tolong selamatkan aku"

SARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang