"Kejarlah akhirat, maka dunia akan mengikutimu"
Apa jadinya jika seorang remaja alim ditaksir oleh perempuan cantik yang famous dan super nakal?
Berkisahkan tentang seorang pemuda bernama Naufal Ramadhan, yang masih dilanda gejolak semangat pada usi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Naufal! Naufal! Naufal!"
Sang empu yang dipanggil namanya kini menoleh, melihat siapa yang sudah berulang kali memanggil namanya sambil tergesa-gesa itu.
"Kinan?"
"Huuh aduh cape aku ngejar kamu!" Keluh Kinan yang masih terengah-engah.
"Memangnya aku nyuruh kamu buat ngejar?"
Anjir ini orang
"Engga sih tapi kamu—ah udah lupain! Aku cuman mau minta maaf."
"Soal?"
"Kemarin. Kamu jangan marah dong, Naufal!"
"Loh siapa yang marah?"
"Kamu lah! Tuh buktinya jadi sinis jutek gitu!"
Naufal menghela nafasnya sambil membenarkan letak tasnya yang sedikit dirasa melorot.
"Aku gak marah kok."
"Boong, kemarin apaan kalo gak marah?"
"Aku cuman gak suka aja ada orang yang lagi nerangin ini itu malah gak dihargain buat sekedar didenger. Toh ngapain juga kita ada ditempat di mana kita gak dihargai bukan?"
"Gak gitu, maaf kemarin aku terlalu fokus sama hp. Aku gak bermaksud."
"Lain kali, kamu harus bisa mempertanggungjawabkan apa yang sedari awal pengen kamu lakuin, Kinan. Kalo dari awal niatnya belajar ya fokus dulu belajar. Mungkin hal ini memang sepele, tapi bagi aku hal sesederhana ini bisa ngerubah kebiasaan buruk kita."
Lagi-lagi, hati Kinan terasa adem dan tentram mendengar sambil memandangi Naufal berbicara panjang lebar padanya. Jika begini caranya, Kinan rela membuat onar disetiap saat agar bisa mendapat perhatian dan nasihat dari Naufal.
Karena tentunya, selama ini tidak ada yang pernah berani menasihatinya, memberinya arahan, ataupun mengkritiknya. Baik itu dari keluarganya, teman-temannya, ataupun para lelaki yang sudah pernah berhubungan dengannya.
Maka dari itu, Kinan merasa ada suatu energi baru yang ia rasakan ketika Naufal memberinya perlakuan yang berbeda dari orang lain.
"Iya Naufal aku minta maaf. Aku janji gak akan ngulangin lagi, tapi nanti kamu ajarin aku lagi yaa please?"
"Jangan buat janji kalo kamu sendiri gak bisa tepatin janji yang kamu buat, Kinan."
Sayangnya, hanya kalimat itu yang Naufal sampaikan pada Kinan. Sisanya, soal ajakan seputar belajar Naufal abaikan.
"Aku permisi dulu. Assalamualaikum."
•••
"Gimana? Udah minta maafnya?"
Kinan menenggelamkan kepalanya pada kedua tangannya yang menjadi titik tumpu.