"Kejarlah akhirat, maka dunia akan mengikutimu"
Apa jadinya jika seorang remaja alim ditaksir oleh perempuan cantik yang famous dan super nakal?
Berkisahkan tentang seorang pemuda bernama Naufal Ramadhan, yang masih dilanda gejolak semangat pada usi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Gimana? Mau nyerah aja nih?"
Kinan mengadahkan kepalanya, melihat Suci yang tiba-tiba datang dan duduk di sampingnya.
Benar, seperti jadwal jum'at minggu lalu, Kinan Kembali datang ke meja area kantin untuk belajar. Namun bedanya, kali ini ia datang sendirian. Tanpa Naufal ataupun Suci yang menemaninya.
"Eh, Uci! Belum lah ini gue masih penasaran ngerjain soal ini, takut nanti mingdep muncul di ulangan kan berabe gue masih belum ngerti," jawab Kinan sambil menunjukkan Latihan soal dan lembaran kertas yang sudah penuh dengan kotretannya.
"Bukan pelajaran maksud gue."
"Terus?"
"Naufal."
"Maksudnya?"
"Ya lu mau nyerah aja? Gak mau ngelanjutin usaha lu deketin dia? Kok belakangan ini gue liat tumben udah gak nyamperin lagi itu bocah, udah gak ngirim-ngirim lagu makanan atau apa kek gitu lewat gue lagi?" jelas Suci. Dirinya merasa aneh, mengapa Kinan mendadak tidak seambis dulu mendekati Naufal sekarang.
Yeah, sejak kejadian Kinan yang mengeluh karena merasa bahwa Naufal sudah tidak mau lagi untuk mengajarinya, Suci merasa bahwa Kinan terkesan seperti sudah mundur. Meskipun setelahnya sikap Naufal kembali menjinak karena usaha Kinan yang memberinya surprise di hari ulang tahunnya.
Belakangan ini Kinan selalu sibuk dengan beribu alasan dan upayanya untuk menarik perhatian Naufal, maka dari itu Suci merasa terheran-heran ketika temannya ini sudah tidak melakukan rutinitas dari obsesinya itu.
"Rehat, gue mau fokus ke ujian dulu," jawab Kinan seadanya. Dirinya kembali memfokuskan pandangannya pada soal dan buku dihadapannya.
"Yang bener lu! Sejak kapan lu peduli soal nilai? Lagian jelek di kimia doang masih ketolong sama pelajaran lain juga kali" opini Suci.
"Gak dulu deh. Gue mau tunjukin sama Naufal kalo gue udah lumayan bisa nih sama kimia." ambis Kinan. Yah walaupun sebenarnya kepalanya hampir mau meledak.
"Hmm bagus deh, gue bantuin lu buat belajar tapi—"
"Gue lagi bokek dan gue gak punya cukup duit buat traktir kemauan lu ya! Jadi gapapa gue belajar sendiri aja sekarang," seka Kinan yang membuat Suci menjadi tidak bisa menyelesaikan kalimatnya dengan tuntas.
"Yeuu apaan sih lu! Siapa juga yang mau minta imbalan? Orang gue mau bilang 'gue bantuin lu buat belajar tapi gue ke kentin dulu beli minuman'. Makanya dengerin dulu gue selesai ngomong!"
"Ya abisan kan lu orangnya gitu. Selalu mau dan identic dengan sogokan."
"Udah ah gue cabut dulu, dahaga banget nih gue."
Kinan menganggukkan kepalanya seraya Kembali menujukan sepasang matanya untuk fokus pada beberapa latihan soal di buku.
4 macam latihan soal perbabnya sudah lumayan ia pahami. Wallaupun memang disini Kinan harus memperbanyak latihan soal untuk bisa lebih menguasainya. Namun, ada satu bab lagi yang benar-benar membuat Kinan bingung setengah mati.