8. Naufalinisme | Sedikit Gunjingan Berbalaskan Moment

51 12 14
                                        

Hari ini, merupakan hari di mana semua siswa dan siswi mendapatkan hasil  ujian yang telah satu minggu penuh itu mereka kerjakan serentak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hari ini, merupakan hari di mana semua siswa dan siswi mendapatkan hasil  ujian yang telah satu minggu penuh itu mereka kerjakan serentak. Diduga, hari ini merupakan hari yang menegangkan, sangat menegangkan bagi para siswa-siswi yang ambis akan nilai. Dan Kinan Ayudisa Rinjani termasuk ke dalam salah satu siswi ambis tersebut.

Setelah melihat hasil nilai raport yang ia terima, Kinan terlihat membulatkan matanya seakan tak percaya. Dan tentunya, itu membuat Suci sahabat sebangkunya ini penasaran dibuatnya.

"Gimana-gimana?"

"KIMIA GUE NAEK COYYY!"

"Weh congratulations dong! Gak sia-sia hasil belajar lu ya cuy!"

"Gue harus berterimakasih banyak-banyak ini sama Naufal!" antusias Kinan.

"Gih kalo mau modus! Orangnya ada di sana tuh," pasrah Suci ambil menunjuk arah di mana Naufal tengah berdiri dengan beberapa teman-temannya.

"OKE BYEE UCII!"

Kinan kemudian lari terbirit, menghampiri Naufal dan mengabaikan kerumunan teman-temannya yang masih asik berbicara dengannya.

"NAUFALLLLL!"

Lagi, Kinan memegang tangan Naufal sambil berjinjit bahagia bak anak kecil.

"BERHASIL PALL BERHASIL!!"

Menyadari tangannya sedang digenggam erat, Naufal lantas menepisnya dan menarik tangannya itu dengan cepat.

"Ehh m-maaf aku lupa ...."

Mungkin keadaan akan semakin canggung, jika salah satu dari perkumpulan Naufal tidak angkat bicara untuk sekedar menimbrung dan menggoda Naufal yang terlihat sedikit panik.

"Loh Kinan?"

Merasa dirinya harus menyapa balik, Kinan lantas membuka suaranya lagi, "Eh haii Rizal!"

"Kalian paca--"

"Gak! Gausah aneh-aneh!" sangkal Naufal cepat. Sepertinya pria itu sudah menebak lebih dulu pertanyaan macam apa yang akan Rizal tanyakan pada mereka berdua.

"Oh iya, ada apa Kinan?"

Kinan yang sempat menenggelamkan raut wajah antusias dan bahagianya itu tadi lantas kembali lagi menerbitkan ekspresi itu dalam beberapa detik. "Aku gak perlu remed Kimia! Nilai kimia aku bahkan gede loohh!"

Perlu Suci akui dari kejauhan, mental Kinan memang sepertinya sekuat baja. Bahkan wanita itu tidak mikirkan keadaan disekitar untuk mengobrol dengan Naufal. Bukankah sedikit tidak nyaman jika kita bicara ditengah riungan para pria yang masih sedang berbincang asik?

Tapi lain hal nya dengan Kinan. Bahkan wanita itu terlihat tak sedikitpun peduli.

"Bagus dong!"

"Iya! Makasih banyak ya berkat kamu nilai kimia aku jadi ada perubahan!" Mata Kinan berbinar penuh bahagia. Mungkin wanita itu masih tidak menyangka dirinya tiba-tiba bisa tergolong pada sekumpulan orang dengan nilai kimia tertinggi di kelasnya. Pedahal sebelumnya, sangat tertinggal jauh di bawah.

NaufalinismeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang