part 9. Cleo datang

2.2K 148 5
                                        

Happy Reading
.
.
.
.
.
Jangan lupa follow ya
.
.
.
.
.
Semoga suka🥰

"Hallo kak Cleo!" Davian berseru senang

"Hello little brother."( Hallo adik kecil) Balas Cleo

"You do not work?"(Kau tidak bekerja?) tanya Davian sambil kembali melangkah.

"No. Where are you still?"(Tidak. Kamu masih dimana) tanya Cleo

"Still at school bro."(Masih di sekolah kak) Jawab Davian.

"No. I mean where are you still? In class? Because i'm ready in front of your school gate."(Bukan, maksud ku kamu masih di mana? Kelas kah? Soalnya aku udah ada di depan gerbang sekolah kamu)

Mata Davian membola terkejut,"you are here? Since when?"(Kakak disini? Sejak kapan) Langkah kakinya ia cepat kan nyaris berlari di sepanjang lorong.

"Just landed around 1 pm and came straight here to pick you up."(Baru tadi landing sekitar jam 1 siang terus langsung kesini untuk jemput kamu) Jawab Cleo.

"Then wait a moment, I'm on my way to the gate!" (Kalau begitu tunggu sebentar, aku sedang dijalan menuju gerbang!) seru Davian semakin menambah laju kecepatan larinya.

Sampai di depan gerbang keluar ia langsung bisa melihat presensi Cleo yang tengah melambai kecil padanya sambil tersenyum manis, banyak yang melirik kearah Cleo dengan tatapan memuja khusus nya perempuan, padahal cleo hanya mengenakan kemeja hitam lengan panjang yang di Gelung hingga siku dengan celana kain hitam panjang lalu matanya dibingkai oleh kaca mata hitam penampilan yang simpel tetapi juga mencolok untuknya yang memiliki rupa di atas rata-rata mau simpel ke mewah ke kesannya tetap berkelas dan bagus untuknya dan itu mampu menarik banyak atensi padanya.

Davian berlari mendekat dan langsung menubruk kan tubuhnya pada Cleo yang disambut hangat olehnya,"I Miss you brother."(Aku rindu kakak) Ucap Davian lirih wajahnya ia benamkan pada dada bidang Cleo.

Cleo tersenyum mendengarnya ia elus kepala Davian lembut,"Me too."(Kakak juga) Balas Davian.

Banyak yang menyaksikan momen itu, tak banyak dari mereka yang merasa terkesan dengan momen haru itu. Raffa, Vano dan Vani pun turut menyaksikan kejadian itu mereka ada di area parkiran.

"Siapa pria itu?" Vano bertanya pada kedua saudara nya barangkali tahu.

"Dia adalah Cleo salah satu kaki tangan opa, dari yang kudengar dia juga menjabat sebagai pengawal anak itu." Jawab Raffa membuat kedua adiknya mengangguk mengerti.

"Bukan kah ini bencana? Kita jadi tidak bisa mengerjai anak itu lagi." Ungkap Vani menyuarakan keresahannya.

"Dia hanya seorang kaki tangan dia bukan opa kita, untuk apa kita takut." Balas Raffa.

"Tapi dia bisa saja mengadukan perbuatan kita pada opa, bagaimana jika opa marah dan menghukum kita?" Tanya Vano belum puas.

"Maka dari itu, kita harus bermain cantik." Jawab Raffa menyudahi pembicaraan mereka dan mulai menaiki kuda besinya.

....

Davian dan Cleo sedang berada di dalam mobil, mobil melaju menuju resto terdekat untuk mereka mengisi perut lapar mereka.

"By the way, why didn't you tell me you wanted to come?"(Ngomong-ngomong kenapa kakak tidak memberitahuku jika ingin datang?) tanya Davian.

"Kejutan, kakak sengaja tidak memberi tahu kamu agar kamu terkejut melihat kakak." Jawab Cleo dengan bahasa Indonesia nya yang kaku.

Davian tertawa,"Bahasa Indonesia kakak lumayan walau masih kaku." Komen Davian merasa lucu mendengar ucapan Cleo.

"His name is still learning, so it's natural that he sounds stiff."( namanya juga masih belajar, wajar kalau terdengar kaku)

"Iya deh." Ucap Davian dengan nada mengejek.

...

Davian dan Cleo pulang menjelang sore, dan saat mereka tiba di depan pintu masuk utama mereka berpapasan dengan Bara yang juga baru pulang dari kantor.

Davian dan Cleo menghadap Bara, Cleo dengan gerakan sopan memberikan salam dengan membungkukkan badannya,"Greetings Mr Bara, I am Cleo, young master Davian's personal bodyguard, from today onwards I will stay here on orders from Master Alex."(Salam tuan Bara, saya Cleo, saya adalah pengawal pribadi tuan muda Davian, mulai hari ini hingga seterusnya saya akan tinggal di sini atas perintah dari tuan Alex) Ucap Cleo sopan sedangkan Davian hanya berdiri diam di samping Cleo

Bara hanya diam tak menanggapi setelah pintu terbuka oleh seorang bodyguard yang berjaga bara langsung masuk tanpa menoleh sedikitpun pada Davian Dan Cleo.

Cleo menoleh kearah Davian yang menatap kearah perginya Bara,"Is this how Mr Bara treated you from the start?"(Apa begini sikap tuan Bara padamu sejak awal) tanya Cleo memastikan.

Davian tersenyum kecut,"memangnya harus bagaimana papa bersikap pada anak yang tak pernah ia harapkan." Jawab Davian sendu tanpa menoleh sedikitpun pada Cleo.

Tangan Cleo mengepal,"Don't say things like that, every child is a gift-"(Jangan berkata seperti itu, setiap anak adalah anugerah--)

"But I'm different, my presence only brings disaster and pain, and that's a fact."(Tapi aku berbeda, hadir ku hanya membawa bencana dan luka, dan itu fakta) Potong Davian menatap tepat pada mata hazel milik Cleo.

Davian memalingkan muka saat melihat raut sendu Cleo,"Come on, let's go in, brother, I'll show you your room."(Sudahlah, ayo kita masuk kak, aku akan tunjukan kamar mu) Davian berseru menyudahi topik sensitif itu lalu mulai berjalan masuk.

Cleo mengikuti dalam diam, cukup merasa bersalah karena sudah memulai topik sensitif itu.

Davian melangkah masuk kedalam kamarnya setelah tadi mengantarkan Cleo pada kamar barunya yang ternyata bersebelahan dengan Davian, karena pada kenyataannya kamar Davian merupakan kamar tamu yang di rombak sedemikian rupa atas perintah Alex agar Davian betah dengan kamar barunya.

Berjalan kearah walk in closet dan berhenti pada salah satu tempat penyimpanan koleksi jam tangannya, tangannya bergerak menarik laci yang ada di bawahnya yang menampakan sebuah kotak besar berwarna coklat.

Tangannya memegang erat kotak itu, lalu ia bawa kotak itu untuk di peluk dengan erat, bahunya bergetar lelehan air mata meluruh dari kelopak mata indahnya

"Davian rindu.... Davian rindu mama." Ungkap Davian mengadu seolah kotak yang ia peluk adalah wanita kesayangannya, wanita hebatnya, wanita yang rela berkorban hidup dan mati hanya untuk menghadirkan nya di dunia, dia adalah mama nya.

Seorang wanita asing duduk berdua dengan Davian disebuah taman yang sepi, wanita yang di perkirakan berusia 38 tahun itu menyodorkan sebuah kotak besar kehadapan Davian.

"What is this?"(Ini apa?) Tanya Davian bingung

"This is the last thing your mother left behind, which she ordered me to give to you."(Ini adalah benda terakhir peninggalan ibumu, yang dia perintahkan untuk aku memberikan nya padamu) Jawab wanita itu.

"Last? What do you mean?"(Terakhir? Maksud anda?) tanya Davian kembali ingin memastikan bahwa firasat nya salah.

"As you think, your mother died a long time ago." (Seperti yang kamu pikirkan, ibumu sudah lama meninggal) Jawab wanita itu bagaikan sambatan kilat yang menerpa jiwa raganya.

"Kenapa mama pergi ninggalin Davian, mama. Davian hiks rindu mama, Davian ingin ketemu mama, Davian ingin hiks di peluk mama, Davian ingin mama!" Pecah tangis Davian tubuhnya merosot terduduk diatas dinginnya lantai, pelukannya pada kotak itu tak mengendur malahan semakin erat ia peluk menyalurkan rasa rindu dan sakit yang ia rasa.

Ia menangis sendirian tak ada yang datang, tak ada yang memberikan pelukan penenang, tapi anehnya Davian menyukainya, ia ingin sendirian, ia ingin menangis sepuasnya tanpa ada yang tahu dan melihat karena Davian sedang ingin mengadu pada mama nya mengenai betapa berat hari-hari nya.

HIDDEN DESIRETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang