part 8. sakit perut

2.5K 165 5
                                        

Happy Reading
.
.
.
.
.
jangan lupa follow
.
.
.
.
.
Semoga suka🥰

Makan malam akan berlangsung sebentar lagi, dan semua anggota keluarga sudah duduk di kursinya masing-masing begitu pun dengan Davian yang tampak memandang dalam pada makanan makanan yang tersaji di meja makan.

Kenapa semua menu makan malamnya pedas pedas? Batin Davian.

Perlu di ketahui bahwa Davian itu adalah spesies manusia yang tak suka dan tak kuat makan pedas, dan ada alasan tersendiri kenapa Davian bisa seperti itu. Selain tak suka pedas Davian tak suka coklat dan juga alergi pada seafood apapun itu, karena gejalanya akan langsung Davian rasakan berupa bintik-bintik dan sesak nafas, ribet emang tapi itulah faktanya.

Davian memandang ngeri semua olahan berwarna merah itu, tangannya begitu ragu untuk memakan makanan yang sudah di sajikan seorang maid padanya.

Secara diam-diam Kennan, Clara, Raffa, Vano dan Vani saling pandang, bibir mereka tertarik membentuk senyuman tampak puas sekali melihat ekspresi Davian. Ya ini adalah rencana mereka, mereka yang telah menyuruh para koki untuk membuat menu makan malam serba pedas dan tentu alasannya untuk mengerjai Davian. Mereka tahu dari mana Davian tak suka pedas? Ya rahasia dong!

Edwin yang secara tidak sengaja  melihat Davian yang tak kunjung makan pun refleks bertanya,"Kenapa kau tidak makan?" Tanyanya dengan ekspresi datar.

Raffa, Kennan, Clara, Vano dan Vani kembali saling pandang, kemudian mereka tertawa kecil tanpa suara.

Semua menghentikan acara makan mereka dan menoleh kearah Davian, objek yang di bicarakan Edwin. Davian tersentak dan menoleh kearah mereka dengan kaku,"Ini mau makan." Jawabnya dengan tangan yang mengangkat sesendok nasi kerah mulutnya.

Mereka kembali makan dan fokus pada makanan masing-masing. Berbeda dengan Davian yang fokus nya terpecah antara kepedasan dan sakit perut, tapi meski di situasi tersebut Davian tetap makan dengan tenang ekspresi juga tidak menunjukan keanehan sedikitpun, tetap tenang dan datar tapi tidak dengan tubuhnya yang mulai mengeluarkan keringat berlebihan.

Davian segera menghabiskan makanan nya, karena demi apapun perutnya sudah sangat sakit sekali keringat dingin bahkan mulai bermunculan di dahinya. Setelah meminum segelas air Davian segera berdiri,"Aku sudah selesai, terimakasih atas makanan nya." Davian menunduk singkat dan bergegas pergi dari sana.

Tapi baru beberapa langkah Davian terpaksa menghentikan langkahnya kala Bara mengatakan sesuatu.

"Dasar tidak sopan!" Ucap Bara tanpa menghentikan acara makannya.

Davian tak ingin ambil pusing, dia kembali berjalan menuju kamarnya untuk mengatasi masalah perutnya.

Rasa sakit, panas dan mulas melanda perut Davian tanpa ampun, sudah terhitung 7 kali ia bolak balik kamar mandi setelah acara makan tadi tubuhnya bahkan sudah sangat lemas sekarang.

Davian berdesis nyeri kala tubuhnya ia duduk kan diatas kasur,"perutku sakit sekali." Lirihnya memegang erat perutnya yang kembali mulas.

Davian kembali berdiri dan pergi ke kamar mandi untuk yang ke sekian kalinya. Saat keluar dari kamar mandi Davian tak langsung duduk di kasurnya tapi ia berjalan kearah laci yang berada dekat pintu untuk mencari kotak P3K yang baru ia ingat saat berada di kamar mandi tadi.

HIDDEN DESIRETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang