" Jadi ini kelakuan lo yang sebenernya? "
Anne bertanya kepada Jeff dengan nada tenang. Namun semuanya bisa mendengar sedikit getaran dalam suaranya. "Mentang-mentang gue yatim-piatu, miskin, gak bisa apa-apa jadi lu bisa seenaknya ha?!" Anne mendongak menatap Jeff. Meskipun matanya masih merah dan sakit karena air pantai tadi, hatinya lebih sakit mendengar omongan Jeff. Anne melepaskan genggamannya dari Ryu dan berjalan pergi. Ia mati-matian untuk tidak menangis di depan Jeff.
"A-anne!! " Nayna berusaha mengejar Anne namun semuanya sudah terlambat. Anne sudah terlalu jauh untuknya. Terdengar bisikan-bisikan dari orang sekitar yang melihat kejadian itu. Beberapa dari mereka bahkan menatap Jeff sinis. Nayna membalikkan badannya dan berjalan menghampiri Jeff. "Keterlaluan!"
Jeff terdiam dengan sentakan Nayna. Ryu yang melihat kekacauan ini hanya bisa menangis sambil mencoba bersembunyi dibalik tubuh para turis. Untungnya, turis-turis mengerti dan bahkan membawa Ryu menjauh dari perkelahian tersebut. Mereka mengajak Ryu bermain pasir bersama mereka. "Gue gak salah apa-apa kan." Jeff tidak bertanya, dia hanya membela dirinya.
Nayna menggelengkan kepalanya tidak percaya. "Jeff, kok kamu bisa sekejam ini? Aku gak percaya kamu.. Hiks!" Air mata Nayna perlahan mengalir di pipinya. "YOU ARE A JERK!"
Mendengar pernyataan Nayna membuat Jeff kalap dalam kemarahan dan egonya. Jeff mendekati Nayna dan berdiri tepat di depannya. "Apa kamu bilang?"
"Baji-"
BUGH!
Semua orang yang ada disana tersentak melihat tubuh Jeff yang kini jatuh tersungkur di pasir. Nayna menatap seseorang yang telah memukulnya dari belakang, menatap Jeff dengan penuh amarah. Itu adalah June. "Gua percayain lo buat jaga Anne dan sekarang lo malah nuduh dia yang enggak-enggak?!" June memekik tak percaya. Hatinya begitu sakit melihat Anne yang sedang menangis didalam mobilnya. Planning yang sudah Ia susun baik-baik kini hancur dan berantakan. June mendekati Jeff yang masih tersungkur di pasir sambil mengepalkan tangannya, bersiap untuk memukulnya lagi.
JLEB!
Para turis menjerit ketakutan melihat darah yang muncrat kemana-mana. June membelalakan matanya merasakan cangkang kerang yang kini menetap di lehernya, tepatnya di bagian tenggorokannya. Nayna terjatuh lemas melihat bagaimana Jeff menusukkan cangkang kerang yang runcing ke tenggorokan June.
Ternyata ketika June mendekat, Ia diam-diam meraih cangkang kerang yang berada di dekatnya dan langsung mengayunkannya ke belakang sebagai perlindungan diri. Namun, Jeff juga tidak menduga bahwa cangkang mengarah tepat ke tenggorokan June. June berjalan mundur sambil memegangi lehernya yang kini berlumuran darah. "Khkkk! Khhkkk!"
Para turis buru-buru mencari bantuan dan sebagian langsung menangkap Jeff. Keseimbangan June hilang membuatnya terjatuh. Nayna menghampiri June dan berusaha mencabut cangkang itu dari lehernya. "June! June! Bertahanlah!"
Bantuan kemudian datang dan June langsung dibawa ke ambulan. Sementara para polisi datang dan mengamankan Jeff ke kantor polisi terdekat. Jeff hanya terdiam dan menuruti semua perintah yang diberikan oleh polisi. Nayna membeku ditempat menatap semua peristiwa mengerikan yang terjadi tepat didepan matanya. Ia menangis sekeras-kerasnya sambil melihat pasir yang menggumpal gara-gara darah June yang muncrat kemana-mana tadi.
Sementara di mobil June, Anne mulai sedikit tenang. Ia tersenyum tipis melihat dashboard mobil yang dipenuhi polaroid dirinya dan June. Ia mengambil salah satu polaroid yang menampilkan dirinya diangkat June setinggi mungkin dengan latar belakang kembang api yang indah. Itu foto yang mereka ambil disaat tahun baru. Anne menyandarkan dirinya dikursi dan menelepon June karena Ia khawatir June tak kunjung kembali setelah Ia bilang bahwa Ia akan memberi Jeff pelajaran.
Nomor yang ada hubungi tidak menjawab, silahkan mencoba beberapa saat lagi.
Anne menghela nafasnya dengan penuh kegelisahan dan kekhawatiran. Akhirnya Anne memutuskan untuk keluar dari mobil June dan berjalan kembali ke TKP. Dahinya mengkerut ketika melihat tempat itu sepi, tidak ada satu orang pun yang ada disana. Padahal ini adalah momen sunset. Dimana orang-orang rela menunggu dari beberapa jam sebelumnya untuk momen ini. Anne terus berjalan menyusuri pantai.
Setelah beberapa saat, Anne melihat mobil polisi yang berhenti di TKP. Anne buru-buru menghampiri mobil polisi itu dengan penuh harap. "Nona! Tunggu! Jangan dekat-dekat!" Himbau salah satu polisi sambil menahan tubuh Anne. Membiarkan rekannya memasang garis polisi di beberapa gumpalan pasir.
"Apa yang terjadi pak?" Tanya Anne penasaran.
"Terjadi-"
"ANNE!" Suara yang familiar merasuki indra pendengaran Anne. Dengan cepat Ia menoleh dan berlari menghampiri Nayna yang juga berlari ke arahnya, meninggalkan polisi yang hendak menjelaskan kejadiannya.
"Nay! Dimana June? Jeff?" Tanya Anne penasaran. Nayna tidak menjawab dan langsung menarik tangan Anne menjauh dari TKP.
"Ayo kita pergi dulu dari sini. Nanti gue jelasin." Ucap Nayna singkat. Ia membawa Anne kembali kedalam hotel. Anne memasuki kamar dengan penuh kebingungan. Disana juga ada Ryu yang telah tertidur lelap di ranjang.
"Nay, ada apa?"
"Roseanne Park.." Nayna mengigit bibir bawahnya dengan penuh kekhawatiran dan kegelisahan. Anne dapat merasakan betapa dingin dan bergetar tangannya.
"Nay kenapa?"
"Ayo kita check out dulu dari sini."
TBC
After berapa taun.. 😭😭😭
Maaf yang sebesar-besarnya karena udah gantung kalian🙏
Moga kalian suka ya, love you🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
Day Care
RomanceRosèanne Park, atau yang kerap dipanggil Anne adalah seorang gadis 18 tahun yang bekerja di Day Care, tempat dimana para orang tua menitipkan anak anak mereka. Entah karena pekerjaan atau hal lain. Hari hari yang menurutnya biasa saja tiba tiba beru...
