"Dad! Ini udah jam Jisung tidur! "
Chan yang sedang sibuk menggelitik permata hatinya ini dengan cepat berhenti, merengut mendengar teriakan Changbin dari arah dapur.
"Ihh kan Daddy baru pulang. Baru mau main ama Sungie masa Sungie udah mau tidur" Jisung melihat ayahnya. Tersenyum manis lalu mengecup hidung daddynya. "Besok daddy libur, kan?? Sungie juga libur kok kata Mommy! Nanti kita main barengan" balas Jisung.
Chan tersenyum gemas. Mengecup pipi gembul milik Jisung dan memeluknya erat. "Gemessss!! MOMMY, AKU MAU PUNYA JISUNG SATU LAGI!"
Plak!
"Berisik, Christopher. Tidurin tuh anaknya"
"Selesai tidurin anak aku boleh tidurin kamu kan?"
Changbin meliriknya. Chan tersenyum sambil memainkan alisnya sebelum—
Dugh!
"Aww!!"
"Nose shot! Puahahaha"
Hidung Chan berdarah. Setelah tangan mungil milik Changbin mendarat di hidungnya. Dan Jisung yang emang tidak ada kasihan sama sekali pada ayahnya.
Changbin ambil tisu, bersihin hidung Chan dengan kasar dan mengecup bibirnya juga mengecup pucuk kepala Jisung. "Sungie tidur sama daddy ya? Unchh anak mommy gemesshh" selesai menarik pipi bayinya, Changbin berjalan ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaan yang terkendala.
Jisung memeluk leher Chan yang mengusap hidungnya. Jisung meniup kecil, Chan terkekeh. "Sungie mau bantuin daddy ya?" tanya Chan dan Jisung mengangguk. Menyandarkan kepalanya pada pundak lebar milik Chan dengan nyaman.
Tidak bisa. Hati Chan melebur. Pertama kali anaknya mau manja kek gini. Kan Chan mau nangis.
"Sungie anak nya Chan. Gemes banget ih sayang hiks kan daddy jadi emotional damage hiks"
"Lebay! TIDURIN JISUNG, KAMPRET"
"SYIAP IBU NEGARA! "
Takut Changbin semakin mengamuk, Chan buru-buru membawa Jisung ke kamar. Sementara Jisung hanya mengucek matanya, bersandar nyaman di pundak Chan.
"Ayo pangeran! Kita selamatkan dunia mimpi!"
"Go go!!"
Chan bingung sekarang. Tadinya Jisung terlihat sangat mengantuk namun tepat saat Chan meletakkan bocah menggemaskan itu di kasur matanya terbuka, mengajak Chan bermain dan akhirnya Chan yang capek.
"Sungie udah dong. Ini sudah malam. Udah jam 10. Kamu harus tidur nanti Mommy marah" Chan tak punya tenaga untuk marah, udah tua.
Jisung tidak peduli, tetap bermain dengan permainan nya. Chan bangun, keluar dari kamar Jisung dan memeluk Changbin dari belakang. Changbin yang sibuk membersihkan dapur terkejut. "Ngapain sih, dad? Jisung udah tidur? Mau jatah?" tanya Changbin. Kan Changbin siap kalau Jisung udah tidur, eh pas noleh suaminya lagi cemberut.
"Jisung gamau tidur. Aku kan mau jataahhh" Chan menggoyangkan lengan Changbin sambil cemberut. Geli banget sih, untung cinta.
"Bacain cerita dongeng gih. Ntar dia tidur kok." balas Changbin, mengecup bibir suami tampannya dan tersenyum manis. "Fighting!"
Chan masuk ke kamar Jisung lagi, menyunggingkan senyum nya saat melihat Jisung sudah duduk di kasurnya.
"Pangeran mau daddy ceritain sesuatu?" melihat Jisung yang mengangguk. Chan mendekat, duduk di samping anaknya dan mengusap rambut lembut Jisung pelan.
"Ini kisah benar tau. Waktu itu Daddy lagi di Australia, panas banget! Daddy lagi santai di ruang tamu, grandma dan grandpa ada di dapur."
Jisung menguap. Memejamkan matanya sambil memeluk lengan Chan.
"Waktu lagi nonton tv. Daddy lihat ada sesuatu yang bergerak di dinding."
Perlahan, mata yang terpejam itu terbuka. Mulai fokus dengan cerita sang ayah.
"Eh rupa-rupanya laba-laba. Gede banget! Segede tangan daddy lho!"
Tangan mungil itu semakin meremat lengan sang daddy. Agak takut karena memang dia takut dengan laba-laba.
"Daddy bangun. Deketin laba-laba nya"
Bibir sang anak melengkung ke bawah, siap-siap mengeluarkan tangisan yang bisa menamatkan riwayat hidup sang daddy.
"Daddy pukul HAP! kek gitu."
"Tiba-tiba, pas laba-laba nya udah di pukul, ada bayi laba-laba banyaakk banget keluar dari sang laba-laba. Terus-"
"HUAAAAAA MOMMY!!! DADDY JAHAT!!! HUAAAA"
Sang ayah tentu saja kaget. Hey, apa yang salah dengan ceritanya?
Chan menenangkan Jisung yang menangis keras. Derap langkah terburu-buru membuat Chan keringat dingin.
Pintu terbuka, memperlihatkan wajah khawatir Changbin. Changbin peluk Jisung, cium pucuk kepalanya sayang. Changbin natap tajam Chan yang menelan ludahnya payah.
"GAADA JATAH BUAT LO SELAMA SEBULAN!"
"TIDAAAAAKKKKK!!"
"Sungie ayo temenin daddy ke rumah Papa Minho!"
"Ayooo!!"
Chan pegang tangan Jisung. Mau keluar sebelum di tahan oleh Changbin. "Eh bentar. Ini ada makanan untuk mereka. Anterin ya?" Chan mengambil rantang dari tangan Changbin dan tersenyum melihat jalan istrinya yang seperti penguin.
Pada akhirnya setelah Jisung tidur karena lelah menangis malam tadi, Chan dengan cepat menjalankan aksinya 'menghajar' tubuh istrinya.
Untung Changbin sabar.
"Apa lihat-lihat?! Mau gue tusuk pake garpu lo?"
"Engga ratu! Pergi dulu ya! Love you!"
"Love you, mommy!"
Dasar. Changbin menggelengkan kepalanya menatap kepergian kedua makhluk kesayangan nya. Meringis sakit saat dia bergerak terlalu cepat.
"Bang Christopher Chan sialan."
Masih ingat waktu Chan ceritain Jisung gimana dia bunuh laba-laba dan tiba-tiba anak nya sang laba-laba keluar?

Reaksi Jisung gemes banget 😭
Udah lama banget ga update. Rl penuh dengan suka dan duka😔
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Ter Racha Racha SS 1/2 (End)
FanfictionCouple nya mashup. Keluarga nya terdiri daripada: 3Racha Danceracha Vocalracha mereka tetangga paling berisik (sebenarnya mau bilang kecuali Vocalracha. Tapi hmm...) Untungnya di komplek itu cuma ada mereka. ya yang tinggal di situ semuanya holkay...
