Hari Bapak Sedunia

739 65 29
                                        

"Papa! Ayo sini!" panggil Felix. Menarik tangan Minho dan membawanya ke kaunter pendaftaran.

Hari ini, sekolah Jisung dan Felix mengadakan pesta Hari Ayah. Ayah yang hadir harus mendaftar untuk lucky draw.

Jisung menunduk. Apa yang Jisung harapkan dari ayahnya? Daddy nya itu kebelakangan ini sangat sibuk entah kenapa. Tapi kata Changbin, Chan akan datang ke sekolahnya.

Jisung mendengus. Sebentar lagi Jisung akan membuat persembahan, Jisung ingin Daddy nya lihat.

Jisung jarang sekali bermanja pada Chan. Dia pikir, mungkin persembahan ini akan menyampaikan rasa bangga nya kepada Chan.

Bangga karena Chan seorang ayah yang hebat, bangga karena Chan tau membahagiakan nya dan Mommy nya.

Bangga, karena dia di pilih oleh Tuhan untuk menjadi jagoan Bang Christopher Chan.

Mata Jisung berkaca-kaca. Menunduk dan melangkah kecil sambil menatap Felix yang terlihat bahagia bersama Papa Hoho.

Jisung berlari meninggalkan keramaian menuju taman bermain yang sepi karena anak-anak sibuk dengan orang tua mereka.

Menangis sendiri, berpikir mungkin benar Daddy nya tidak akan datang hari ini.










"Minho! Lihat Jisung tidak?" Minho menatap sahabatnya yang ngos-ngosan. "Santai bro. Elu kenapa ngos-ngosan kek gini?" tanya Minho.

"Gue nyari parkir ga ketemu. Astaga." Chan mengacak rambutnya frustrasi. Felix mengintip dari belakang Chan.

"Daddy! Tadi Lixie lihat Sungie ke taman bermain. Sungie nangis" ucap nya. Chan membulatkan matanya, menepuk pundak Minho. "Elu daftarin buat gue ya?" ucap nya. Berlari menuju taman bermain dan terkejut mendengar isakan anaknya.

Mendekati Jisung yang memeluk erat kakinya. "Sungie? Baby.. " panggilnya. Jisung mengangkat wajahnya, menatap Chan yang tersenyum padanya.

Jisung kembali menangis. Memeluk Chan erat dan menangis di pundaknya. Chan menggendong Jisung dan mencium pipi merah itu.

"Jahat! Daddy jahat!" ucapnya. Chan terkekeh. "Iya Daddy jahat. Udah dong nangisnya. Nanti kamu ada persembahan, kan? Jagoan Daddy harus berhenti nangis nya" Chan mengusap air mata Jisung pelan.

"Daddy disini. Mana mungkin Daddy lupa sama jagoan lucu pertama nya Daddy" ucap Chan lagi. Jisung menatap Chan, masih dengan isakan lirih nya. "Nanti Princess Lily keluar, Daddy pasti lupain Sungie, kan?" tanya Jisung. Bibirnya melengkung ke bawah, menandakan sebentar lagi dia akan kembali menangis.

Chan menggeleng. "Princess Lily dan Sungie itu beda. Walaupun Princess Lily lahir nanti, Prince Charming Jisungie tetap di hati!" Chan mengangkat tinggi tubuh Jisung hingga tawa melengking dari Jisung terdengar.

Chan sedikit menggelitiki perut buah hatinya dan memeluknya sayang.

Minho dan Felix yang melihat dari kejauhan juga ikut tersenyum. "Papa aku juga mau kek gitu" ucap Felix. Minho menatap anaknya di dalam gendongan dan tersenyum jahil.

"Ayo ke rooftop. Biar dapet feel nya"

Minho gila.

"AKKKHHHH PAPA HUWAAA GAMAU! LEPAASS!!!"

Beneran gila. Anak nya di bikin trauma.





















Persembahan yang Jisung sampaikan untuk Chan benar-benar membuat hati sedingin Antartika miliknya melebur.

Bahkan Chan tidak malu saat menangis di tengah keramaian, berteriak bangga karena anak nya.

Jisung malu. Tolong ingatkan Jisung untuk tidak melakukan apa-apa persembahan setelah ini.

"Sungie!" Jisung menoleh. Menatap Shin bersaudara yang mendekatinya. "Hi!" balas Jisung. Ryujin menatap adik nya yang menunduk dengan pipi memerah, Jisung di buat bingung kala Ryujin menyenggol lengan Yuna pelan.

Yuna mengangkat wajahnya. "I-ini untuk Sungie. Sungie berani dan keren! Aku suka!" ucap Yuna semangat sambil menyodorkan coklat kepada Jisung. Chan melirik anaknya yang hanya diam.

"Sungie? Itu kan teman nya ngasih hadiah. Diambil dong. Jangan lupa ucap terima kasih, ya?" kata Chan. Jisung mengambil coklat pemberian Yuna, tersenyum dan membungkuk hormat. "Terima kasih, Yuna" ucap Jisung.

Pipi Yuna kembali merona merah. Menarik tangan Ryujin dan berlari menjauh dari Jisung.

Jisung menatap coklat berbentuk hati di tangannya. Tak lama kemudian dia merasakan seseorang yang menepuk pundak nya. Jisung menoleh, tersenyum melihat wajah masam Felix.

"Lixie! Lixie kemana saja? Jisung punya hadiah-"

"Gamau"

Minho menahan tawanya. Dari tadi Felix sibuk memerhatikan Yuna dan Jisung.

Anaknya, cemburu buta.

"Kalau Sungie lebih memilih berteman dengan Yuna Lixie tidak mau. Kan sudah Lixie bilang jangan terlalu cepat berteman dengan orang!" Felix menatap Jisung kesal.

Jisung di buat bingung. "Tapi kan cuma berteman. Ryujin dan Yuna pun tidak ngapa-ngapain Sungie, kok" balas Jisung.

"Ish! Jisung bodoh!" Felix menghentakkan kakinya kesal. Menarik tangan Minho untuk meninggalkan acara.

Jisung dan Chan saling menatap.

Pada akhirnya. Kedua anak dan bapak ini sangat bodoh akan cinta.

Ehem.





















"Mommy! Princess Lily!" Jisung dengan pelan memeluk perut Changbin yang semakin membesar. Changbin tersenyum kecil. Mengusap rambut Jisung pelan.

"Bagaimana? Apa semuanya lancar?" tanya Changbin. Sedikit kesusahan berjalan menuju sofa dibantu oleh Chan.

Jisung duduk di samping Changbin dan memeluk lengannya. "Um! Semuanya lancar. Tapi Lixie marah sama Jisung" Jisung menunduk. Memainkan jari-jari milik ibunya pelan.

"Hm? Kenapa Lixie marah? Kamu ngapain sampai dia marah, baby?" tanya Changbin mengusap pipi gembul anaknya pelan.

"Tidak tau. Sungie ambil hadiah dari Yuna, tiba-tiba Lixie marah-marah" ucap Jisung. Changbin terkekeh pelan. "Cemburu toh?" balas nya.

Jisung mendongak, menatap ibu nya bingung. Changbin menggeleng. "Ayo mandi, sayang. Mommy masak makanan kesukaan kalian" ucap Changbin menatap Chan di sampingnya. Changbin ketawa pelan saat melihat mata berbinar keduanya.

"Snow crab?! Yeayyyy!!!" Chan dengan cepat menggendong Jisung dan membawa nya ke kamar untuk mandi.

































"Wonnie. Nanti kalau Wonnie lahir harus peka. Jangan bodoh, ya?"

"Hush! Kenapa kamu ngomong gitu, Lixie! Ga boleh!"

Hyunjin menatap tajam anak nya. Felix mendengus pelan. "Jisungie ga peka! Aku benci Sungie!" ucap Felix. Minho datang sambil membawa segelas susu untuk Hyunjin. Memberikannya pada Hyunjin dan duduk di samping Felix.

"Kak. Anak kesayangan kakak kenapa sih?" tanya Hyunjin. Minho terkekeh. "Cemburu buta" balas Minho.

Hyunjin bingung. "Kamu cemburu? Sama Sungie?" tanya Hyunjin. Felix menggeleng ribut. "Tidak! Lixie tidak cemburu! Engga! Sungie yang salah!" Felix berlari menuju kamar dan menutup pintu.

"Astaga. Lihat tuh anak kakak" ucap Hyunjin, menggeleng melihat kelakukan putra nya. "Sayang jangan lupa, Felix itu lebih banyak gene kamu daripada kakak. Dramaqueen nya dia dapat dari kamu, tau" ucap Minho santai. Hyunjin menatap nya jengah.

"Terus? Kamu ga suka gitu?"

Mampus. Kalau gini, Minho repot sendiri, kan?

Selamat menjawab pertanyaan singa betina, Lee Minho.

"Jawab kak! Kamu udah benci sama aku ya?!"



"MUAHAHAHA RASAIN LU KAMP***" - ngab Chan Daddy terhebat.

Keluarga Ter Racha Racha SS 1/2 (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang