"Mamah? Aku pergi dulu ya!"
Aneh. Hari ini mamah Jeongin tidak bangun pagi dan menyediakan sarapan seperti biasa.
Itu tidak masalah. Mungkin mamah Jeongin lagi capek. Jadi Jungsu sebagai anak yang baik ia periksa ibu nya.
Siapa tau pingsan di kamar mandi. Kan nanti Jungsu yang kena marah oleh bapak dokter itu. Mana tadi malam Seungmin dapet emergency call, sampe sekarang Seungmin belum pulang.
Jungsu gendong Minji dan kecup pipinya sayang, berjalan menuju kamar ibu nya dan membuka pintu dengan pelan.
"Mamah?" panggil nya. Dia dekati ibu nya yang kelihatan pucat. "Mah? Mamah bangun!" ucap Jungsu panik. Ibu nya keliatan pucat dan mengigil, keringat dingin mulai membasahi dahi nya. Jungsu takut, dia kan bukan dokter.
Jungsu meninggalkan Minji di samping Jeongin, Minji menangis kencang melihat kakak nya yang panik.
Jungsu berlari keluar dari rumah, meminta tolong dengan Jisung yang kebetulan ada di luar rumah.
"Kak Jisung! Tolong mamah! Mamah sakit!" teriaknya. Suara teriakan dari Jungsu membuat keluarga Minho keluar dari rumah. Semuanya ikutan panik.
"Lix. Kamu sama yang lain ke sekolah. Jangan bolos! Jisung! Kalau Felix bilang mau bolos hantam aja kepalanya pake steering lock"
Jisung mengangguk mantap, memeluk lengan Changbin karena jujur Jisung takut kalau ada yang panik begini.
"Lily, ayo ke sekolah" Jisung tarik adiknya yang hampir menangis melihat kesayangan Jungsu nya yang linglung. Aduh kasian.
DUGH!
"Gausah gitu banget muka nya jijik gue. Sekolah! Kalau ga sekolah gue hancurin semua makeup lo biar muka lo yang jelek itu makin jelek" ucap Felix, ia pukul kepala adik perempuan nya ini kuat.
Haewon menatap tajam kearah Felix. Menendang tungkai kakinya. Felix mah B aja.
Seungmin menghela nafas panjang. Tadi malam dia sibuk sekali. Apalagi pagi ini ada pasien nya disahkan meninggal dunia akibat kanker yang sudah tidak bisa diselamatkan lagi.
Seungmin ingin pulang, ingin memeluk kesayangan nya dan bermain bersama kedua anaknya yang semakin hari semakin membesar. Apalagi hari ini ulang tahun Jungsu. Seungmin harap tidak ada lagi emergency call yang menganggu nya.
"Dokter! Kami perlukan dokter!" Seungmin bangun dari duduknya, mendekati brankar yang di tolak oleh suster.
"Pasien kena-" Seungmin terdiam, lidahnya kelu. Disana ada istrinya yang keliatan pucat, bahkan tidak membuka matanya sama sekali.
Seungmin menatap brankar yang semakin menjauh, lama ia terdiam disitu hingga akhirnya dia mendengar suara Jungsu.
"Papah!" Seungmin menoleh. Jungsu dengan cepat memeluk Seungmin, suara tangisan Minji yang ada di gendongan Jungsu juga terdengar.
Seungmin menarik pundak Jungsu, menatapnya dalam. "Apa yang terjadi?! Kenapa mamah sakit?!" tanyanya. Jungsu hanya menggeleng. "Pagi ini mamah ga bikin sarapan jadi aku periksa di kamar. Pas aku masuk, mamah udah pucat banget." ucap Jungsu.
"Pah. Mamah baik-baik aja kan?" suara Jungsu bergetar. Seungmin hanya bisa terdiam, kembali memeluk Jungsu erat.
Minho yang melihat pemandangan seperti ini jadi ingin menangis juga. Minho peluk Hyunjin yang ada di sampingnya dan pura-pura menangis di pundaknya. "Apaan sih kak! Risih tau!" marah Hyunjin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Ter Racha Racha SS 1/2 (End)
FanficCouple nya mashup. Keluarga nya terdiri daripada: 3Racha Danceracha Vocalracha mereka tetangga paling berisik (sebenarnya mau bilang kecuali Vocalracha. Tapi hmm...) Untungnya di komplek itu cuma ada mereka. ya yang tinggal di situ semuanya holkay...
