Lixie selamanya untuk Sungie

637 61 29
                                        

Hari ini sekolah Jisung dan Felix berkunjung ke desa di dekat gunung. Jisung dan Felix memakai backpack yang di dalamnya ada makanan, snack, baju ganti, dan minuman.

Felix mengenggam erat tangan Jisung yang sedang mengobrol bersama dengan Shin kembar.

"Sungie! Nanti mau jalan bareng Yuna ga?!" Yuna bertanya semangat. Jisung barangkali ingin mengangguk, namun dia merasakan tangannya yang di genggam kuat oleh Felix walaupun Felix sedang menatap ibu guru di depannya.

Jisung menghela nafas. "Sungie harus berjalan bersama Lixie. Nanti Lixie marah" ucap Jisung, sedikit merasa bersalah saat dia melihat Yuna menunduk dan memain kan boneka beruangnya.

Ryujin menatap Felix tidak bersahabat, mendekati Felix lalu mencoba menjauhkan Felix dari Jisung namun genggaman Felix lebih kuat.

"Apa?!" teriak Felix marah saat Ryujin tiba-tiba saja datang. Matanya menatap tajam Ryujin yang terlihat kaget karena Felix tidak pernah meninggikan suaranya.

Mata Ryujin berkaca-kaca, Ryujin mendekati Yuna dengan cemberut, menarik Yuna menjauh.

"Ihh Lixie! Ga baik kayak gitu!" marah Jisung. Felix menatap Jisung. "Lixie kan cuma mau lindungi Sungie!" balas Felix. Jisung melepaskan tangannya dari Felix, menatapnya tajam.

"Jisungie ga suka tau! Lixie pikir Sungie lemah ya! Sungie kan satu kelas taekwondo sama Lixie! Sungie udah kuat. Udah bisa jagain diri sendiri. Lixie pergi aja sana cari teman baru!" Jisung lari, meninggalkan Felix yang terdiam.

Lama dia terdiam, Felix menoleh saat bu guru mulai menyuruh anak-anak untuk memasuki bus.

Felix duduk di tempat paling belakang. Di depannya, ada Jisung yang duduk bersama dengan Shin kembar.

Felix cuma menghela nafas panjang, sedikit sedih karena sahabatnya yang baru pertama kali mengutarakan rasa kesalnya.

"Lixie pergi aja sana cari teman baru!"

"Gamau.. Lixie cuma mau temenan sama Sungie" ucapnya lirih. Dia sendiri di tempat duduk ini. Tiada yang ingin duduk di sampingnya karena memang anak-anak semuanya takut dengan Felix.

Felix menatap ke luar jendela, memakan nugget yang dibekalkan oleh Hyunjin tadi.

Felix menatap makanan yang banyak di sediakan oleh Mama nya. Hyunjin tau Jisung dan Felix akan makan bersama, begitu juga dengan Changbin. Tapi sepertinya Jisung hanya akan makan bersama dengan Ryujin dan Yuna.

Jadi, Felix makan makanan nya sekarang agar saat makan siang nanti dia tidak perlu memaksakan dirinya untuk menghabiskan semua nya.

Felix mengambil kamera miliknya lalu memotret pemandangan desa dengan gunung yang cantik.

"Sungie lihat i-" Felix menatap tempat duduk di samping nya yang kosong. Terdiam lalu Felix menunduk, melihat kembali foto yang ia potret dan menyimpan kembali kameranya.

Felix menatap Jisung yang sibuk tertawa bersama Shin kembar, saat Jisung menatapnya, Felix dengan cepat menoleh.

Sampai di destinasi, Felix hanya mengekori bu guru sedangkan yang lain sibuk bermain.

"Loh Lixie. Tidak bermain bersama Sungie?" tanya bu guru saat menyadari Felix hanya duduk seorang diri. Felix mendongak, menggeleng pelan lalu menunjuk kearah Jisung.

"Sungie sedang bermain bersama temannya! Lixie mau sendiri aja hehe" Felix tersenyum manis kearah bu guru yang menatapnya. Walaupun tidak bisa dipungkiri Felix bosan dan ingin bermain tapi tidak tau harus bermain dengan siapa.

Felix berlari sedikit jauh dari kerumunan, dia melihat ada taman bermain, Felix dengan hati-hati melintasi jembatan kecil menuju ke taman bermain.

Dia bermain seorang diri sambil di temani dengan boneka ayam miliknya.

"Bbokie! Hah! Bbokie kalah!!" Felix menolak boneka ayam itu hingga terjatuh. Dia tertawa. Felix kembali mendudukkan boneka itu lalu berlari mengitari taman.

Angin yang sedikit kencang membuat boneka ayam itu jatuh ke dalam sungai yang untungnya masih cetek.

Felix menoleh, boneka ayam nya sudah hilang. Felix melihat boneka ayam nya yang sudah jatuh dan basah.

"Ah! Aduh nanti Mama marah. Sebentar Bbokie! Lixie datang!"
























"Sungie? Dimana Lixie? Dia belum makan siang" ucap bu guru. Jisung hanya menggeleng. "Lixie bukan teman Sungie lagi! Jadi Sungie gatau" ucap Jisung pura-pura tidak peduli.

Bu guru yang mendengar itu menjadi bingung.

"Lin! Ada anak yang menemukan tas kuning milik Felix, tapi bocah itu tidak ada!" satu lagi guru datang menghampiri bu guru yang bernama Linda itu.

Linda terkejut, menyuruh guru itu menjaga anak-anak yang lain sementara dia berlari ke taman tempat terakhir Felix berada.

Jisung dalam diam mengekori bu guru itu. Matanya berkaca-kaca.

'Lixie selalu jagain Sungie. Tapi Lixie kok ceroboh seperti ini. Bodoh!' batin Jisung.

"Loh Sungie? Jangan ikut, sayang. Bahaya!" ucap Linda. Jisung menggeleng. "Hiks. Lixie sahabat Sungie. Sungie mau nyelametin dia juga!" ucap Jisung, air mata sudah mengalir ke pipi chubby nya.

Linda menggandeng tangan Jisung, mengitari taman dan hanya sepatu milik Felix yang mereka temui.

Linda turun bersama Jisung ke sungai. Berteriak memanggil nama Felix tapi nihil.

Felix tidak di temukan dimana-mana.

Bibir Jisung melengkung ke bawah dan dalam hitungan detik suara tangis nya pecah. Linda dengan cepat menenangkan Jisung yang menangis keras.

"Sudah sudah. Ayo kita beritahu Mama Hyunjin ya?"

"HUWAAAA!! LIXIE DIMANA!! HUAAAA JISUNGIE MAU LIXIE" teriaknya. Memeluk erat leher bu guru yang menggendongnya.

"JISUNGIE SINI!!!" Jisung terdiam, mencari sumber suara yang ia tangisi tadi.

Dia melihat ada Felix yang sedang memakai baju kebesaran bersama dengan seorang nenek dan kakek, ada juga boneka ayam yang Felix selamatkan tadi sedang di keringkan.

Linda dengan cepat berlari mendekati pasangan tua itu.

"Astaga Lixie! Kamu kenapa menghilang!" marah Linda. Felix hanya menyengir. "Hehe maaf bu guru. Tadi bbokie punya Lixie jatoh, terus Lixie selametin. Eh Lixie basah. Kakek dan nenek bantu Lixie dong." ucap Felix, memberikan kue yang ia makan ke Jisung yang terlihat kesal dengan wajah sembab nya.

"Ayo makan siang bareng- AW!" Felix kaget. Jisung dengan keras memukul kepala Felix.

Bibir Jisung bergetar, memeluk Felix erat dan menangis lagi.

Bergumam tidak jelas namun apa yang Felix dengar ialah 'Jangan pergi' dan 'Sungie sayang Lixie'.

Felix terkekeh. " karena itu Lixie tidak marah atau sedih waktu Sungie pergi sama Yuna dan Ryujin. Lixie tau kok Sungie cuma sayang Lixie" ucap nya, mengusap punggung Jisung pelan.

Jisung berhenti menangis lalu menatap Felix masih sedikit terisak.

"Lixie untuk Sungie! Gaada yang lain!" ucapnya. Felix mengangguk dan mengusap pipi Jisung yang terlihat bekas air mata.

"Um!

Lixie selamanya untuk Sungie. Gaada yang lain"

























Aunty readers cepet-cepet cari pacar dong biar ga iri.

Muehehehe

Keluarga Ter Racha Racha SS 1/2 (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang