Minho Story.

487 37 33
                                        

Jisung memasukkan bento nya ke dalam tas, menatap sekeliling mencari keberadaan seseorang.

Ini sudah satu minggu sejak kejadian itu, dan semua pesanan yang Jisung hantar kepada Felix, Felix hanya akan membalas dengan singkat dan berujung hanya di baca.

Jisung sadar Felix semakin sibuk sekarang, apa lagi setiap datang ke rumah nya Jisung tidak pernah melihat Felix dan alasan dari Hyunjin tetap sama.

"Felix kerja sama papa nya. Ntar malam baru pulang"

Bahkan di sekolah, Felix sibuk dengan olahraga nya sehingga waktu istirahat saja Felix tidak ada.

Ini pertama kali Jisung kehilangan Felix. Ini rekor terpanjang di hidup Jisung.

Sepanjang hidupnya Jisung hanya ada Felix dan Jisung pikir tidak apa-apa jika dia kehilangan Felix sebentar. Namun ternyata tidak.

Pada akhirnya Jisung bukanlah apa-apa jika tiada hero nya.

Jisung menghela nafas panjang. Mengambil buku sejarah dan belajar. Mencoba melupakan kesedihan dalam hatinya namun Jisung tidak bisa fokus sama sekali.

Jam istirahat masih belum usai, jadi Jisung keluar dari kelas nya dan pergi ke lapangan. Mungkin Felix ada disana.

Jisung mencari cari keberadaan Felix namun nihil, bahkan saat bertanya kepada yang lain, mereka bilang Felix tiba-tiba saja hilang.

Hingga akhirnya bel usai istirahat berbunyi, Jisung masuk ke kelasnya dengan wajah sedih.

"Sung elo kemana sih tadi. Tadi Felix nyariin elo, tau!"

Mendengar itu, Jisung terdiam. Langsung berlari ke meja nya dan melihat ada coklat dengan sticky note di atasnya.

Semangat belajar, cantik nya Lixie. Kamu gaada di kelas, aku jadi sedih lho. Maaf ya, cantik. Aku sering sibuk dan ga balas pesan kamu. Tapi aku benar-benar cuma sayang kamu, Jisung

Jisung rasanya ingin menangis saja. Mereka saling mencari namun tidak dipertemukan hari ini.

Jisung menghela nafas panjang, menatap coklat kesukaan nya. Hanya Felix yang tau ini.

"Felix buaya bodoh"





















Felix merenggangkan otot tubuhnya. Matanya sudah mengantuk namun kerja yang papa nya berikan belum usai.

Nanti malam Felix harus menyelesaikan kerja sekolahnya. Dan bangun jam 5 pagi untuk work out dan lari pagi.

Jangan salah, bukan Minho berniat menghukum Felix. Namun, ini rutinitas Minho saat Minho di tinggal kan di Korea seorang diri oleh Ayah nya, Kento.

Jadi, Felix harus ikut rutinitas nya. Supaya Felix paham kehidupan di dunia ini tidak semudah yang ia sangka.

Felix menatap layar komputer di depannya dengan jengah, mencoba untuk menahan dirinya daripada merusakkan komputer di depannya.

"Jangan tonjok komputer nya. Dia ga salah." Felix menoleh, menatap Minho yang sedang menyeruput kopi. Felix berdecak kesal. "Yang salah nya gue jadi anak lo, gitu?" kata Felix, kembali mengetik kerja nya.

Keluarga Ter Racha Racha SS 1/2 (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang